Usahatani petani tembakau di Desa Krangkong Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro adalah usaha yang sudah lama di kembangkan oleh Masyarakat Desa, usahatani ini dilakukan secara turun temurun atau diwariskan dari generasi ke generasi. Selain itu menurut petani, usahatani tembakau memiliki nilai ekonomis yang tinggi, serta dipengaruhi dari lingkungan Desa Krangkong yang merupakan daerah perkubunan dan persawahan yang dimana kondisi tersebut memaksa masyarakat untuk memanfaatkan keadaan tersebut sebagai usaha pertanian data diperoleh dari 10 informan pelaku usahatani petani tembakau. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa usahatani petani tembakau yang mereka jalankan terhitung cukup lama sekitar 10-45 tahun. Ukuran lahan untuk menjalankan usahatani petani tembakau memiliki luas lahan yang bisa di bedakan menjadi tiga kriteria yaitu kriteria luas lahan dengan produksi kecil diantara 100 m2-150 m2, kemudian dengan luas lahan dengan produksi sedang diantara 300 m2- 400 m2 serta luas lahan dengan produksi besar diantara 500 m2-700 m2. Banyaknya jumlah produksi tembakau yang dihasilkan dalam satu kali panen diantara 18 Kg-300 Kg dan jumlah produksi tembakau dalam seluruh masa pemanenan diantara 180 Kg-1200 Kg dengan harga jual berkisar Rp 7.000–Rp 30.000. Usahatani petani tembakau di Desa Krangkong Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro yang diteliti sebanyak 10 orang dan rata-rata memiliki pendapatan sebesar Rp10.915.642/satu kali panen dengan rata-rata modal permusim di luar modal awal sebesar Rp2.810.270/musim tanam yang menghasilkan R/C rata-rata sebesar 3,88 yang artinya > 1, jadi rata-rata usahatani petani tembakau di Desa Krangkong Kecamatan Kepobaru Kabupaten Bojonegoro menguntungkan dan jumlah rata-rata keuntungan yang didapat dari 10 pelaku usaha di Desa Krangkong sebesar Rp 8.127.030.