Aldora Pratama
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan E-Modul Interaktif Berbasis Pbl pada Pembelajaran IPS Materi Kondisi Geografis Kelas V Iswahyuni Iswahyuni; Maharani Oktavia; Aldora Pratama
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal mengenai analisis kebutuhan dari SD Negeri Purwodadi Kec. Belitang Mulya Kabupaten OKU Timur didapatkan sekolah telah difasilitasi dengan media pembelajaran, seperti tersedianya proyektor, pc atau laptop, soundstystem, dan kondisi listrik yang stabil, tetapi belum dimanfaatkan dengan baik oleh guru. Metode yang digunakan di dalam kelas masih menggunakan metode konvensional atau ceramah dan guru mayoritas masih menggunakan buku paket dan media yang digunakan masih berupa gambar. Semua siswa juga telah mengenal gadget atau handphone berbasis android bahkan semua orang tua siswa juga memiliki gadget atau handphone berbasis android yang dapat dimanfaatkan untuk melihat materi dimanapun dan kapanpun. Metode penelitian ini menggunakan metode research and development dengan batas penelitian penilaian ahli dan praktikalitas. Penilaian ahli dilakukan pada ahli media, bahasa, dan materi, sedangkan praktikalitas dengan guru dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan angket, sedangkan teknik analisis data menggunakan persentase. Hasil dari pengembangan adalah menghasilkan produk e-modul interaktif berbasis PBL pada materi kondisi geografis kelas V SD. Hasil penilaian para ahli menunjukkan bahwa e-modul interaktif berbasis PBL dengan persentase sebesar 86,33%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan e-modul interaktif berbasis PBL pada materi kondisi geografis kelas V SD termasuk dalam kategori sangat valid atau sangat layak. Dari hasil praktisi yaitu guru dan siswa diperoleh persentase sebesar 95,92%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kelayakan e-modul interaktif berbasis PBL pada pembelajaran kelas V Sekolah Dasar termasuk dalam kategori sangat layak.
Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi Baca-Tulis Siswa Kelas III SD Negeri 98 Palembang Salsabilla Oktaviani Putri; M. Taheri Akbar; Aldora Pratama
Ibtida'i Vol 13 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/ibtidai.v13i1.11596

Abstract

Kemampuan literasi baca-tulis adalah keterampilan yang harus dikuasai peserta didik sejak dini, karena kemampuan literasi baca-tulis yang baik membantu peserta didik untuk memahami informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, serta memungkinkan peserta didik untuk berkomunikasi secara efektif. Oleh karena itu ada beberapa yang menjadi faktor rendahnya literasi baca tulis pada siswa ada yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri dan dari luar diri siswa seperti dari lingkungan sosial dan nonsosialnya.  Berdasarkan hal tersebut maka masalah dalam penelitian ini adalah faktor penyebab dari rendahnya kemampuan literasi baca tulis siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa saja faktor penyebab rendahnya kemampuan literasi baca-tulis siswa kelas III SD Negeri 98 Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi baca tulis siswa kelas III sudah baik tetapi masih untuk ditingkatkan, sebab terdapat beberapa siswa yang rendah literasi baca tulisnya. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh dua faktor penyebab rendahnya kemampuan Literasi Baca Tulis siswa disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: faktor internal: rendahnya minat membaca siswa dan rendahnya motivasi belajar siswa. Faktor eksternal: kurangnya perhatian orang tua, kurangnya sarana dan prasana, pengaruh teman bermain, dan keterbatasan kemampuan guru.