Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEPUASAN PEMUSTAKA TERHADAP LAYANAN PERPUSTAKAAN DI SMP NEGERI 12 SEMARANG Firdaus Arya Widyatama; Putut Suharso
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 7, No 1 (2023): Edisi 1
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jib.v7i1.176

Abstract

The services provided in the school library have an impact on the satisfaction of visiting users. The services in the school library must of course be adapted to the conditions and information needs of its users, namely school residents such as teachers and students. This study will discuss user satisfaction with the services in the library of 12 Junior High School Semarang so that in the future it can be used as an evaluation for the library in developing its services. The writing of this research applies a qualitative method with a descriptive approach. The author conducted observation and interviews with the users who use library services and the librarian who manages the library when the author visited to collect data. The results of this study indicate that the existing facilities in the library of 12 Junior High School Semarang are in accordance with the national standards of the Junior High School library. The service from the librarian is also considered good by most of the users, although the librarian who manages the library still has shortcomings in operating service support applications.Layanan yang terdapat di perpustakaan sekolah memiliki dampak terhadap kepuasan pemustaka yang berkunjung. Layanan yang ada di perpustakaan sekolah tentunya harus disesuaikan dengan kondisi dan juga kebutuhan informasi pemustakanya, yaitu warga sekolah seperti guru dan peserta didik. Penelitian ini akan membahas mengenai kepuasan pemustaka terhadap layanan yang ada di perpustakaan SMP Negeri 12 Semarang agar ke depannya dapat dijadikan evaluasi bagi perpustakaan tersebut dalam mengembangkan layanannya. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penulis melakukan observasi dan wawancara dengan pemustaka yang memanfaatkan layanan perpustakaan dan pustakawan yang mengelola perpustakaan tersebut pada saat penulis berkunjung untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fasilitas yang ada di perpustakaan SMP Negeri 12 Semarangsudah sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan SMP. Pelayanan dari pustakawan juga dipandang baik oleh sebagian besar pemustaka, meskipun pustakawan yang mengelola perpustakaan tersebut masih memiliki kekurangan dalam mengoperasikan aplikasi penunjang layanan. 
Persepsi Remaja Perumahan Saninten Kota Semarang terhadap Fenomena Cyberbullying di WhatsApp berdasarkan Kemampuan Literasi Medianya Firdaus Arya Widyatama; Joko Wasisto
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.10.1.193

Abstract

Penelitian ini membahas persepsi remaja Perumahan Saninten Kota Semarang terhadap fenomena cyberbullying di WhatsApp berdasarkan kemampuan literasi medianya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi remaja Perumahan Saninten Kota Semarang terhadap cyberbullying di WhatsApp berdasarkan kemampuan literasi medianya. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi diimplementasikan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Informan direkrut dengan cara nonprobability sampling menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa kalangan remaja memiliki kesadaran terkait elemen-elemen dasar literasi media. WhatsApp sering digunakan kalangan remaja tersebut untuk keperluan komunikasi, berbagi berkas, dan menuangkan pikiran melalui fitur WhatsApp story. Masing-masing remaja memiliki pengalaman dan peran yang berbeda ketika terjadi cyberbullying di WhatsApp, yakni sebagai korban, saksi, atau pelaku. Pengalaman cyberbullying remaja diakibatkan faktor kebiasaan mengomentari kehidupan remaja lain, aktivitas bercanda, serta pengaruh provokasi remaja lain. Cyberbullying juga disebabkan oleh kurang baiknya implementasi budaya saring sebelum sharing. Dampak cyberbullying bagi pelaku yaitu terkadang memunculkan perasaan bersalah. Dampak bagi korban bersifat situasional, yakni ketika cyberbullying terjadi di saat suasana hati korban normal dan di waktu yang tepat, tidak berdampak buruk bagi korban. Cyberbullying yang terjadi pada saat suasana hati korban sedang buruk dan di waktu yang tidak tepat dapat membuat korban merasa kesal, stress, dan minder.