Catharina Wigati Retno Astuti
Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUATAN PEMBELAJARAN BERBASIS PJBL DAN PBL PADA GURU-GURU DI YAYASAN INSAN MANDIRI DENPASAR Sebastianus Widanarto Prijowuntato; Ignatius Bondan Suratno; Catharina Wigati Retno Astuti
Share: Journal of Service Learning Vol. 9 No. 1 (2023): FEBRUARY 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.12 KB) | DOI: 10.9744/share.9.1.1-6

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka mensyaratkan bahwa guru membelajarkan siswa dengan menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) merupakan dua contoh model pem­belajaran yang berpusat pada siswa. Sebagian besar guru-guru di Yayasan Insan Mandiri Denpasar Cabang Lombok sudah memahami kedua model pembelajaran tersebut. Namun, guru-guru masih ragu dalam menerapkan pada pembelajaran di kelas. Kegiatan pengabdian ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara perwakilan dosen FKIP Universitas Sanata Dharma pada tanggal 14 Januari 2022. Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa guru belum menggunakan pembelajaran yang bervariasi. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah memberikan penguatan pada guru-guru di Yayasan Insan Mandiri Denpasar Cabang Lombok dalam menerapkan model pembelajaran yang berpusat pada siswa, khususnya problem based learning dan project based learning. Metode yang digunakan mencakup empat langkah, yaitu: 1) persiapan dan perencanaan, 2) penguatan implementasi metode PJBL dan atau PBL melalui zoom meeting, 3) kegiatan terbimbing, dan 4) sharing implementasi pembelajaran setelah menerapkan PjBL dan atau PBL. Kegiatan sharing pembelajaran dilakukan untuk berbagi tentang pengalaman guru dalam meng­implementasikan PjBL dana tau PBL. Kegiatan sharing pembelajaran ini dilakukan dengan menggunakan zoom meeting. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa guru-guru mulai berani menerapkan model pembelajaran problem based learning dan atau project based learning, dan melakukan asesmen. Di samping itu, guru-guru juga sudah memahami cara membuat masalah dan projek yang kontekstual.