Salah satu indikator ekonomi makro untuk mengetahui kondisi perekonomian Indonesia adalah produk domestik bruto (PDB). Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung stabil berada di sekitar angka 5 persen. Pertumbuhan PDB Indonesia ini tidak terlepas dari kontribusi sektor jasa keuangan. Di samping itu, kemiskinan kerap menjadi permasalahan sosial yang mesti diperhatikan. Fenomena tersebut dapat disebabkan oleh variabel-variabel ekonomi dan sosial, seperti pemberian kredit/pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), rata-rata lama sekolah, investasi, ketimpangan, dan pengangguran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh total dari variabel ekonomi dan sosial tersebut terhadap indeks inklusi keuangan 33 provinsi di Indonesia tahun 2011-2021. Penelitian ini menggunakan metode persamaan bentuk tereduksi yang diturunkan dari model panel simultan. Pengaruh total dari setiap variabel eksogen terhadap variabel endogen dapat dilihat melalui persamaan bentuk tereduksi. Sebagai hasilnya, persamaan bentuk tereduksi menunjukkan bahwa variabel pembiayaan UMKM, rata-rata lama sekolah dan investasi berpengaruh total positif terhadap peningkatan indeks inklusi keuangan. Sementara itu, variabel rasio gini dan tingkat pengangguran terbuka berpengaruh total negatif terhadap indeks inklusi keuangan di Indonesia tahun 2011-2021. Hal ini dapat menjadi gambaran bagi pemerintah dalam mengevaluasi pembangunan regional.