Rofikoh Nabila Nuvitasari
Pendidikan Informatika, Universitas Trunojoyo Madura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Perbandingan Algoritma Monoalphabetic Cipher dan Polyalphabetic Substitution Cipher pada Sistem keamanan Data Nuke Sephiana; Muhlis Tahir; Shinta Dwi Wulandari; Faizal Reza Rahmansyah; Rofikoh Nabila Nuvitasari; Ray Albian Prakasa

Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/explorit.v15i1.3823

Abstract

Pada era menuju perkembangan revolusi industri 5.0, Teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi elemen terpenting dalam kehidupan manusia. Sehingga pemanfaatan suatu teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang keamanan mampu diterapkan di mana saja, salah satunya pada keamanan data. Ilmu keamanan data disebut dengan kriptografi. Pada penelitian ini, penulis akan menganalisis dua jenis cipher substitusi pada suatu kriptografi klasik, yakni polyalphabetic substitution cipher dan Monoalphabetic cipher. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini bermaksud untuk memberikan informasi tentang algoritma polyalphabetic substitution cipher (cipher abjad tunggal) dan Monoalphabetic substitution cipher (cipher abjad majemuk), serta untuk membandingkan kedua metode algoritma kriptografi untuk dapat diketahui penggunaan yang lebih efektif dan efisien untuk menjaga keamanan data. Metode penelitian ini berupa studi literatur menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berbentuk catatan, buku, makalah atau artikel, dan jurnal. Hasil analisis yang diperoleh pada uji coba algoritma monoalphabetic cipher dan polyalphabetic cipher yaitu algoritma polyalphabetic cipher lebih sulit dipecahkan karena algoritma lebih panjang. Pada algoritma polyalphabetic cipher, plaintext yang sama didekripsi dengan kunci yang berbeda dan menghasilkan ciphertext yang berbeda, sehingga sulit untuk menggunakan metode tebakan untuk menerjemahkan pesan. Sedangkan pada algoritma monoalphabetic cipher menggunakan analisis frekuensi huruf, sehingga mudah didekripsi mengunakan metode tebakan. Sehingga algoritma kriptografi polyalphabetic cipher efektif dan efisien dalam keamanan data.