Intan Arum Anjar Wati
Magister of Midwifery, Faculty of Health Science, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Role of Parents to Prevent Stunting in Toddlers: Scoping Review Intan Arum Anjar Wati; Sulistyaningsih Sulistyaningsih
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2037

Abstract

Background: Stunting is a condition that cannot achieve normal weight and height in toddlers because of severe undernourishment, particularly during the first thousand days of life (golden period).Toddlers with stunting look smaller compared to their age. The stunting prevalence in 2021 was 24.4% decreased to 21.6% in 2022. The government targeted a decrease in stunting in Indonesia by 14%, which means that the incidence of stunting must decrease by 3.8% for two consecutive years. Objective: To review the role of parents in preventing stunting in toddlers. Method: This scoping review used a PRISMA-ScR framework by tracking articles using pertinent databases such as Pubmed, Scient Direct, and Willey and The Joanna Briggs Institute (JBI) for critical appraisal. Results: Based on the research results from 1,596 articles that had been filtered, ten articles that met the criteria for inclusion and exclusion were found. In this study, two main themes were found, namely factors that influence stunting and toddler parenting. Conclusion: The role of parents is very influential on the growth and development of toddlers whose parents' role in the selection of food given to children, exclusive breastfeeding, the practice of food provision, diversity of food provided to children, clean living behavior by parents in the family The outcome is expected to increase the degree of nutrition in toddlers as an effort to avoid stunting.Abstrak: Latar Belakang:  Stunting adalah keadaan anak yang tidak mampu mencapai berat dan tinggi badan normal  pada balita dampak dari malnutrisi berat, utamanya pada 1000 hari pertama kehidupan (periode emas). Balita dengan stunting terlihat lebih kecil dibandingkan dengan anak yang sebayanya. Prevalensi stunting pada tahun 2021 sebanyak 24,4% mengalami penurunan menjadi 21,6% pada tahun 2022. Pemerintah mentargetkan penurunan angka stunting di Indonesia sebanyak 14% pada tahun 2024 yang artinya angka kejadian stunting harus mengalami penurunan sebanyak 3,8% selama dua tahun berturut-turut. Tujuan: untuk mereview mengenai peran orang tua dalam pencegahan stunting pada balita. Metode: Scoping Review ini memakai framework PRISMA-ScR dengan pelacakan artikel menggunakan database yang relevan, yaitu Pubmed, Scient Direct dan Willey selanjutnya dilakukan Critical Appraisal memakai The Joanna Briggs Institute (JBI). Hasil: Berlandaskan hasil pencarian artikel dari 1.596 yang sudah disaring diperoleh 10 artikel yang cocok dengan kriteria inklusi dan eksklusi, didalam kajian ini didapatkan dua tema utama yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi stunting dan pola asuh balita. Kesimpulan:  Peran orang tua sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita yang peran orang tua dalam pemilihan makanan yang di berikan untuk anak, ASI eksklusif, praktik pemberian makanan, keragaman makanan yang diberikan pada anak, perilaku hidup bersih yang dilakukan orang tua di dalam keluarga yang outcome nya di harapkan dapat meningkatkan derajat nutrisi pada balita sebagai usaha menghindari terjadinya stunting.