Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Effect of effleurage massage technique with postnatal massage technique on afterpains in postpartum mothers Maidina Putri; Bima Suryantara; Siti Saidah Nasution
Science Midwifery Vol 11 No 2 (2023): June: Midwifery and Health Sciences
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v11i2.1233

Abstract

The effect between Effleurage Massage Technique and Postnatal Massage Technique on afterpains in postpartum women at BPM Hj. Rismala Kisaran Asahan Regency in 2023. Afterpains are pain caused by uterine contractions after labor and can interfere with maternal comfort. This study used a comparative research design with a Two-Group Pretest-Posttest Design Without Control approach. The population of this study consisted of 64 postpartum women who experienced afterpains at Hj. Rismala Independent Practice Midwife in Kisaran, Asahan Regency. The sampling technique was carried out by total sampling, where 32 respondents were in the Effleurage Massage Technique group and 32 respondents were in the Postnatal Massage Technique group without a control group. Data analysis using the Mann-Whitney test showed that the Postnatal Massage Technique group had a more significant effect in reducing afterpains compared to the Effleurage Massage Technique group, with a significance value of p <0.05. Thus, the conclusion of this study is that the Postnatal Massage Technique is more effective in reducing afterpains in postpartum women compared to the Effleurage Massage Technique.
SOCIODEMOGRAPHIC FACTORS AND CHARACTERISTICS OF PREGNANT WOMEN WITH ANEMIA Yunri Merida; Shandy Wigya Mahanan; Warsiyati Warsiyati; Bima Suryantara
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 2 (2026): April - June
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i2.808

Abstract

Pregnancy anemia impacts the risk of postpartum hemorrhage, low birth weight (LBW), and stunting. Based on WHO data, the prevalence of anemia in pregnant women globally is 40-44% in 2024. In the Ngluwar Community Health Center working area, the prevalence of anemia decreased from 17.6% in 2023 to 11.5% in 2024, but by September 2025 it had increased to 12.5%. The purpose of this study was to identify the dominant factors associated with the incidence of anemia seen from sociodemographic factors and characteristics of pregnant women with anemia. This study used a quantitative approach with an observational analytical design with a sample of 54 pregnant women in the first trimester by random sampling. This research instrument used a questionnaire and a KIA book. The results of the study showed that most pregnant women who experienced anemia were aged 20-35 years, multiparous, had income below the minimum wage, had secondary education, and were unemployed. The most dominant factor influencing anemia was age. It is recommended that pregnant women receive sufficient education about anemia.
Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Suami dalam Mendukung Produksi ASI di Desa Pango Raya, Banda Aceh Nurulaini Nurulaini; Bima Suryantara; Siti Fadhilah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 6 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4884

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif masih menjadi tantangan karena rendahnya produksi ASI pada sebagian ibu menyusui yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang pijat oksitosin serta minimnya dukungan suami dan keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan suami atau keluarga dalam melakukan pijat oksitosin sebagai upaya mendukung kelancaran produksi ASI. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh dengan melibatkan 10 ibu hamil beserta suami atau keluarga menggunakan pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi pijat oksitosin, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, dan observasi kemampuan praktik.
Peningkatan Pengetahuan dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah melalui Edukasi Kesehatan pada Remaja Putri di Gampong Kuta Alam Banda Aceh Ima Gusrika; Bima Suryantara; Siti Fadhilah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 6 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4886

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap pertumbuhan, kemampuan belajar, serta kesehatan reproduksi di masa depan. Rendahnya pengetahuan mengenai anemia dan pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya kepatuhan dalam pencegahan anemia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia serta mendorong kepatuhan konsumsi TTD melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Gampong Kuta Alam Kota Banda Aceh, dengan melibatkan 25 remaja putri berusia 14–20 tahun. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi cara konsumsi TTD, pemberian TTD, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan tenaga kesehatan, sekolah, dan keluarga agar kepatuhan konsumsi TTD serta upaya pencegahan anemia dapat dipertahankan dan ditingkatkan