Dahimatul Afidah
UIN KHAS Jember

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Meninjau Perjalanan Perumusan Dasar Negara hingga Penetapan Dekrit Presiden 1959 Dahimatul Afidah
Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah Vol 7, No 1 (2023): Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hm.v7i1.24424

Abstract

This article aims to explain how the conflicts that arose after the 1959 presidential decree. The events of the presidential decree had an important contribution to establishing the basis of the Indonesian state. The formulation of Pancasila as the basis of the state is colored by debates between national figures who have Islamic nationalist and secular nationalist thoughts. Thus giving rise to other prolonged conflicts. In uncovering how the conflict occurred at that time, researchers used historical research methods consisting of heuristics, verification and interpretation. Based on the research that has been done, it can be concluded that the journey in determining the ideology of the state ended with the enactment of the 1959 Presidential Decree by Sukarno. Since then it has been agreed that Pancasila is the legal foundation of the state and the concept of divinity that has been agreed upon is religion in accordance with their respective beliefs.
Pemanfaatan Website Desa Sebagai Media Komunikasi Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Sumber Canting Wringin Bondowoso Dahimatul Afidah; Ina Ismayawati; Nabila Ro’yi
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 1 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i1.115

Abstract

Peradaban saat ini telah memasuki era revolusi industry 4.0 yang dicirikan dengan digitalisasi setiap unsur kehidupan. Peradaban 4.0 sudah semestinya menjangkau seluruh elemen masyarakat. Akan tetapi faktanya, tidak semua tempat telah terjamah peradaban 4.0. Salah satu tempat yang tidak terjamah peradaban 4.0 adalah Desa Sumber Canting, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Oleh karena itu, peneliti tergugah untuk melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat desa dalam hal ini adalah perangkat desa melalui pemanfaatan teknologi informasi. Hasil yang diperoleh selama pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain peningkatan wawasan terkait website dan social media serta teknik penulisan berita. Kata Kunci: Peradaban 4.0; Website Desa; Media Komunikasi Civilization today has entered the industrial 4.0 revolution of which is characterized by a digitization of every element of life. Civilization 4.0 is supposed to cover all elements of society. The fact is, however, not all places have been explored in civilization 4.0. One of the unexplored areas of civilization 4.0 is the canting source village, wringin district, bondowoso county. Hence, researchers moved to perform empowerment of village communities in this regard is a rural tool through the use of information technology. Results obtained during these public works of devotion include increased insight on websites and social media as well as in news writing techniques. Keywords:Civilization 4.0; Village Website; Communication Media
Pengembangan Kesenian Hadrah Sebagai Upaya dalam Membentuk Karakter Islami Para Pemuda Desa Sumber Canting Dahimatul Afidah; Rizky Faradila; Moh. Bahtiar Lupi; Muhammad Dliyaul Lami
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 2 No. 2 (2022): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v2i2.120

Abstract

Artikel ini membahas mengenai kesenian Islam yang berupa kegiatan hadrah yang dibentuk oleh peneliti dengan memanfaatkan potensi Sumber Daya Manusia di desa Sumber Canting. Penelitian dilaksanakan ketika pandemi Covid, sehingga dalam penelitian ini terdapat beberapa kendala yang salah satu poin pentingnya yakni tidak adanya izin untuk mengumpulkan masyarakat guna memperkenalkan program kerja yang akan dilaksanakan. Sumber Daya Manusia terbanyak di desa tersebut berupa pemuda, yang mana para pemuda kurang mendapat perhatian khusus dalam hal kegiatan yang akan berdampak positif untuk kedepannya. Sehingga dengan alasan tersebut, pemuda yang masih memiliki semangat yang menggebu-gebu diharap mampu mengembangkan kesenian hadrah di desa Sumber Canting. Selain itu, kesenian hadrah juga merupakan sebuah media untuk berdakwah melalui musik. Dengan aktivitas yang baru ini, pemuda Sumber Canting lebih memiliki jiwa keagamaan yang kuat. Sebab, didalam kesenian hadrah tidak hanya belajar mengenai musik akan tetapi terdapat sholawat ,penguatan mental dan skill. Maka pemilihan pemuda dalam pelestarian kesenian hadrah ini merupakan pilihan yang sangat tepat. Jika dilihat, akhir-akhir ini banyak sekali pemuda pengangguran dan hanya bermain game serta bermedia sosial. Waktu yang mereka gunakan terbuang begitu saja tanpa adanya timbal balik yang bersifat positif bagi mereka. Adapun penelitian ini berupa penelitian kualitatif dengan metode yang digunakan yakni metode ABCD (Asset Based Community Development). Metode ini merupakan metode yang digunakan untuk menemukan potensi dalam setiap elemen kehidupan berupa aset.