Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Physicochemical Properties of Tomato Paste Fortified Functional Cheddar Cheese Putri Ramadhany; Anastasia Prima Kristijarti; Graciella Lorenz Susanto; Geraldo Prajna
Food ScienTech Journal Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/fsj.v5i1.15975

Abstract

The aim of this research is to fortify cheddar cheese’s nutritional value by adding tomato paste. This study transformed ultra-heat treatment (UHT) milk into cheese through cheddaring. Tomato paste was added at 5 g/L, 10 g/L, and 15 g/L during the first curd formation, together with calcium chloride (CaCl2). The type of rennet (animal and microbial) was varied at 0.25 ml/L of milk. Ripening was done in one month at 4°C. According to this study, animal rennet formed curd better than microbial rennet. The addition of tomato paste slightly decreases the curd formation, with approximately 0.37 % reduction per 5 gram of tomato paste. Increasing tomato paste to 15 g/L would increase lycopene to 0.993 – 0.996 mg/100 g. The cheese produced was categorized as extra-hard and low-fat based on the percentage of Moisture Non-Fat Basis (MNFS) and Fat on Dry Matter (FDM). The addition of tomato paste reduced the pH value, resulting in increased firmness and hardness and decreased chewiness and springiness.
Sikap dan Niat Terhadap AI: Studi Perbandingan Generasi Berdasarkan Perilaku Terencana Graciella Lorenz Susanto; Angela Caroline; Yoke P. Kornarius; Triningtyas E. P. Gusti; Agus Gunawan
eCo-Buss Vol. 7 No. 2 (2024): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v7i2.1614

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sikap dan niat keberlanjutan terhadap penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) di antara tiga kelompok generasi, yaitu Generasi X, Generasi Y (yang sering dikenal sebagai Milenial), dan Generasi Z. Dalam penelitian ini, digunakan kerangka Teori Perilaku Berencana (TPB) sebagai landasan untuk memahami bagaimana setiap kelompok generasi tersebut memandang AI serta bagaimana pandangan mereka memengaruhi niat untuk terus menggunakan teknologi ini. Dengan menggunakan metode penarikan sampel purposive, data dikumpulkan dari 101 responden yang memiliki pengetahuan dan familiaritas dengan AI. Instrumen survei yang digunakan telah diuji validitas dan reliabilitasnya, memastikan bahwa pengukuran sikap terhadap AI dan niat keberlanjutan dilakukan secara akurat. Untuk menganalisis data, digunakan analisis regresi guna menguji hubungan yang dihipotesiskan antara sikap dan niat keberlanjutan penggunaan AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap seseorang terhadap AI sangat berpengaruh pada niat mereka untuk terus menggunakan teknologi tersebut. Secara khusus, Generasi Z menunjukkan sikap paling positif dan memiliki niat tertinggi untuk melanjutkan penggunaan AI di masa depan, diikuti oleh Generasi Y dan terakhir Generasi X. Temuan ini sangat penting karena memberikan wawasan yang dapat digunakan oleh para pengembang teknologi AI, pendidik, serta pembuat kebijakan untuk merancang strategi yang lebih efektif dan sesuai dengan preferensi masing-masing generasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat menyesuaikan inisiatif mereka dalam mengembangkan AI sehingga lebih relevan bagi setiap kelompok usia. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk memperluas cakupan demografi dan menggunakan pendekatan longitudinal guna melacak perubahan sikap dari waktu ke waktu.