Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perilaku pembelian impulsif remaja pengguna tiktok shop : Ditinjau dari mindfulness Savira Aprina Hardini; Ritna Sandri; Rinto Wahyu Widodo
Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS) Vol 3, No 1 (2023): Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS)
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jips.v3i1.21068

Abstract

ABSTRACT : The shopping system has undergone changes and advancements, particularly with online shopping. Online shopping is considered time-saving and more efficient, leading to an increase in online stores offering attractive incentives such as free shipping and discounted prices. One application that can be used for online shopping is TikTok Shop. This study examines the relationship between mindfulness and impulsive buying behavior among adolescent users of TikTok shops in Malang City. The research adopts a quantitative approach. Accidental sampling is employed as the sampling technique, with a sample size of 100 respondents. The results of the study demonstrate the reliability of both variables. Hypothesis testing indicates a significant relationship between mindfulness and impulsive buying behavior among adolescent users of TikTok Shop in Malang City.KEY WORDS:  impulsive behavior; impulse buying; teenagers; TikTok shopABSTRAK : Saat ini, sistem belanja telah mengalami perubahan dan kemajuan terutama dengan munculnya belanja online. Belanja online dianggap dapat menghemat waktu dan lebih efisien, sehingga semakin banyak toko online yang menawarkan penawaran menarik seperti pengiriman gratis dan harga diskon. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk belanja online adalah Tiktok Shop. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara keadaan pikiran sadar (mindfulness) dan pembelian impulsif pada pengguna remaja Tiktok Shop di kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut dapat diandalkan. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan adanya hubungan antara keadaan pikiran sadar (mindfulness) dengan pembelian impulsif pada pengguna remaja Tiktok Shop di kota Malang.Top of FormBottom of FormKATA KUNCI : perilaku implusif; pembelian impulsif; remaja; TikTok shopCopyright ©2023. The Authors. Published by Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam. This is an open access article under the CC BY NO SA. Link: CreativeCommons — Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International — CCBY-NC-SA 4.0   
The Influence of Spiritual Well-Being on Future Anxiety Among Clients of the Malang Probation Office Ritna Sandri; Indira Ravly Rezaputra; Yo Masapo Krisno Andiko Putro
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v9i1.9434

Abstract

This research was motivated by the psychological challenges faced by probation clients during the conditional release period, particularly future-related anxiety arising from social stigma, economic uncertainty, and reintegration demands. This research aimed to examine the effect of spiritual well-being on future anxiety among clients of the Malang Probation Office (Balai Pemasyarakatan/Bapas). This research used a quantitative approach with a simple linear regression design involving 104 probation clients selected through convenience sampling. Measures included the Future Anxiety Scale (FAS) developed by Zaleski (1996) and the Spiritual Well-Being Scale (SWBS) proposed by Paloutzian and Ellison (1982). Cronbach’s alpha coefficients of 0.963 for the FAS and 0.883 for the SWBS. The analysis demonstrated a significant negative influence of spiritual well-being on future anxiety (B = -0.345, β = -0.645, t = -8.517, p < .001). Furthermore, spiritual well-being accounted for 41.6% of the variance in future anxiety (R² = .416). The findings indicate that spiritual well-being may function as a protective factor against future anxiety among probation clients. The findings underscore he value of strengthening spiritual well-being as a psychological resource that may enhance emotional adjustment and support successful social reintegration during the conditional release period.
Hubungan Harapan dengan Kecemasan Keluarga Pasien di Ruang ICU RSUD Karsa Husada Batu Asri Widyawati; Ritna Sandri
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2300

Abstract

Keluarga pasien ICU sering mengalami tekanan psikologis akibat ketidakpastian kondisi pasien, keterbatasan kontrol, dan beban emosional yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harapan dengan kecemasan pada keluarga pasien yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Karsa Husada Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 71 anggota keluarga pasien ICU di RSUD Karsa Husada Batu. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala harapan dan skala kecemasan keluarga pasien ICU yang dikembangkan melalui proses modifikasi berdasarkan teori dan konteks penelitian, serta telah melalui uji validitas dan uji reliabilitas dengan nilai koefisien reliabilitas masing-masing sebesar (α = 0,747) dan (α = 0,800). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana setelah memenuhi asumsi normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara harapan dan kecemasan keluarga pasien ICU dengan arah hubungan positif (p = 0,015; p < 0,05), serta kontribusi harapan sebesar 8,2% terhadap kecemasan keluarga pasien ICU. Temuan ini menunjukkan bahwa harapan berperan dalam dinamika emosional keluarga pasien ICU, meskipun kecemasan juga dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan psikologis dan komunikasi yang efektif di lingkungan ICU.