Muhamad Paizal
Institut agama Islam Sultan Muhammad syafiufdin sambas

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Struktur Ekonomi Kabupaten Sambas melalui Pendekatan Location Qoutient dan Shift Share Tahun 2017 – 2022 Muhamad Paizal; Iwan Kusnadi; U. Sulia Sukmawati
Shar-E : Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah Vol. 9 No. 2 (2023): Shar-E : Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/shar-e.v9i2.1903

Abstract

Beragamnya potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Sambas hendaknya dapat dikelola dengan baik, sehingga memungkinkan PDRB Kabupaten Sambas dapat meningkat dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sambas dapat melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Barat. Saat ini Kabupaten Sambas merupakan kontribusi terbesar ke – 4 terhadap PDRB Kalimantan Barat. Secara sektoral, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan Kabupaten Sambas penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan sektor yang sama ditingkat Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui sektor-sektor yang berpotensi untuk dikembangkan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sambas, mengetahui struktur perekonomian Kabupaten Sambas tahun 2017 – 2022 dan mengetahui pertumbuhan ekonomi dan stuktur perekonomian Kabupaten Sambas tahun 2017 – 2022 prespektif ekonomi Islam. Penelitian ini, termasuk penelitian kuantitatif, dengan sampel PDRB Kalimantan Barat dan Kabupaten Sambas. Data yang digunakan berupa data sekunder, yang diambil dari Badan Pusat Statistik. Data yang digunakan yaitu data rentang waktu 2017-2022. Adapun metode yang digunakan dalam analisis yaitu Location Qoutient (LQ) dan Shift Share (SS) dengan bantuan software microsoft excel untuk mengolah data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Berdasarkan Hasil dari perhitungan LQ mengindikasikan 5 Sektor di Kabupaten Sambas yang tergolong sektor basis dan 12 Sektor tergolong non basis. Hasil SS secara keseluruhan menunjukkan kinerja yang baik dengan nilai positif (439820,8), namun secara sektoral terdapat 1 yang menunjukkan kinerja buruk dengan hasil negatif. Pemerintah, masyarakat, perencana, dan siapapun yang melihat bagaimana struktur dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan potensi bagi daerah dalam kegiatannya harus selalu mengedepankan sifat realistis, keadilan dan berimbang. bertanggung jawab, juga memperhatikan kecukupan, dan kesejahteraan.