Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Penentuan Harga Tiket Masuk pada Agrowisata Tekno 44 Desa Gelebak Dalam Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan Yulia Pebrianti; Keti Purnamasari; Andre Mariza Putra; Alditia Detmuliati; Gusti Ayu Oka Windarti; Siti Kamilah; Sahfina Izun Al Khansa; Shalsabila A. Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 4 (2023): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i4.64

Abstract

Agrowisata GAPO atau lebih dikenal dengan nama Agrowisata Tekno 44 terletak di Desa Gelebak Dalam Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin. Area Agrowisata Tekno 44 merupakan area bekas kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA). Pada saat ini Agrowisata Tekno 44 telah dikembangkan beberapa atraksi wisata yaitu perkebunan, perikanan, dan peternakan. Selain itu sedang disiapkan outbound mini sarana permainan anak-anak. Kawasan Agrowisata Tekno 44 seluas kurang lebih 50 hektare ini tentunya menyimpan banyak potensi yang dapat dikembangkan untuk kelanjutan pengembangan pariwisata di kawasan ini. Agrowisata Tekno 44 telah menerima kunjungan wisatawan namun pengelola Agrowisata Tekno 44 belum menetapkan tarif tiket masuk sehingga wisatawan mengunjungi destinasi ini secara cuma-cuma. Keputusan seseorang untuk mengunjungi suatu tempat wisata juga dipengaruhi oleh harga tiket. Harga tiket merupakan peran penting bagi pengelola untuk mempengaruhi pengunjung dan memiliki dampak pada kinerja keuangan. Berdasarkan hasil observasi lapangan, ditemukan beberapa permasalahan yaitu pengelola Agrowisata Tekno 44 membutuhkan biaya dalam perawatan dan pengembangan kawasan agrowisata serta belum mendapatkan sumber pemasukan tetap. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang memadai mengenai perhitungan tiket berdasarkan kesediaan membayar (willingness to pay-WTP) pengunjung ditinjau dari karakteristik pengunjung seperti jenis kelamin, usia, status, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan akses transportasi. Hasil dari kegiatan ini adalah pengelola Agrowisata Tekno 44 mendapatkan pengetahuan dan dapat menjadikan hasil perhitungan WTP sebagai acuan dalam menetapkan harga tiket yang ideal menurut wisatawan di Kawasan Agrowisata Tekno 44.
Pelatihan Perhitungan Break Even Point (BEP) pada Usaha Rajutan Mak Wo Palembang Elisa Elisa; Lisnini Lisnini; Keti Purnamasari; Alfitriani Alfitriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 6 (2023): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i6.280

Abstract

Pengabdian ini dilakukan pada mitra Usaha Rajutan Mak Wo yang beralamat di Perumahan Bukit Sejahtera Blok AC No 7 & RT 68 RW 21 Kelurahan Bukit Lama Kecamatan Ilir Barat I Palembang. Usaha ini berdiri sejak tahun 1975 yang dikelola oleh lbu Nur Hasyim Ali. Produk hasil rajutan awalnya hanya dipakai untuk keperluan sendiri kemudian dijual ke teman-teman, saudara maupun tetangga si perajin. Usaha ini diteruskan sampai sekarang dengan menjual berbagai jenis hasil rajutan antara lain : tas kecil, tas besar, taplak meja, tudung saji, sarung bantal kursi, konektor masker dan keperluan rumah tangga lainnya. Pemilik belum pernah melakukan perhitungan Break Even Point (BEP) sehingga tidak mengetahui berapa jumlah minimal unit produk yang harus terjual agar mecapai titik impas, belum menghitung harga jual yang dapat menutupi biaya, serta belum ada perencanaan laba yang diharapkan. Pemilik usaha dalam menghitung keuntungannya tidak memasukkan biaya sewa gedung dan upah tenaga kerja dengan menganggap selisih antara hasil penjualan dengan biaya yang dikeluarkan adalah keuntungan. Setelah dilakukannya pelatihan perhitungan BEP, pemilik usaha ini dapat mengkalasifikasi dan menghitung biaya tetap (Fixed Cost-FC), biaya variabel (Variable Cost-VC), total pendapatan (Total revenue-TR), total biaya (Total Cost-TC) dan Break Even Point (BEP).