Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI EKTOPARASIT BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) PADA KOLAM DI DESA WAIRTERANG, KECAMATAN WAIGETE, KABUPATEN SIKKA Maria Theresia Dua Tei; Maria Marice Parera
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 02 (2023): AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ektoparasit pada ikan nila (Oreochromis niloticus) di kolam Desa Wairterang. Pengambilan sampel sebanyak 30 ekor ikan nila yang diambil dari kolam di desa wairterang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode survey yaitu dengan cara pengambilan sampel di kolam dan melakukan pengamatan serta identifikasi ektoparasit pada bagian luar permukaan tubuh ikan nila. Metode pengujian dilakukan dengan cara identifikasi sampel ikan nila (Oreochromis niloticus) di laboratorium SMA Negeri 1 Nita untuk mengetahui jenis ektoparasit yang menyerang ikan nila di kolam desa Wairterang. Organ yang diperiksa yaitu kulit/lendir, sirip dan insang dari ikan nila (Oreochromis niloticus). Kegiatan pengambilan sampel dan pemeriksaan di laboratorium sebanyak 6 kali. Hasil identifikasi menunjukan bahwa sampel ikan nila (Oreochromis niloticus) di kolam Desa Wairterang terinfeksi parasit Dactylogyrus sp., Gyrodactylus sp., Lerneae sp., dan Oodinium sp. Hasil pengukuran parameter kualitas air menunjukan bahwa suhu pada kolam di desa wairterang berkisar antara 28,3 – 32oC, pH berkisar antara 6,5 – 7 dan oksigen terlarut di kolam desa Wairterang berkisar antara 5,0 – 6,3 mg/l.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Diversifikasi Produk Perikanan Berbasis Nugget Ikan untuk Meningkatkan Nilai Tambah Hasil Perikanan Maria Theresia Dua Tei; Kornelis Koseng
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v5i1.2164

Abstract

Desa Nangahale, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah, namun pemanfaatannya masih didominasi oleh penjualan ikan dalam bentuk segar sehingga nilai tambah ekonomi yang diperoleh masyarakat relatif rendah. Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan diversifikasi produk perikanan melalui pembuatan nugget ikan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan peluang usaha masyarakat. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan kepada 25 peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta serta observasi untuk menilai keterampilan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test peserta sebesar 56,80 meningkat menjadi 86,40 pada post-test, dengan persentase peningkatan pengetahuan sebesar 52,11% yang termasuk kategori sedang. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan proses pembuatan nugget ikan secara mandiri serta memahami teknik pengemasan dan peluang pemasaran produk. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah dan berpotensi mendukung pengembangan usaha mikro berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan.   Nangahale Village, Sikka Regency, East Nusa Tenggara Province, has abundant fishery resources; however, most fish catches are still marketed as fresh products, resulting in relatively low economic value for the local community. This community service program aimed to improve community knowledge, skills, and business opportunities through the diversification of fishery products by producing fish nuggets. The program employed a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach involving counseling, demonstrations, hands-on practice, and continuous mentoring for 25 participants. Program effectiveness was evaluated using pre-test and post-test assessments to measure participants’ knowledge improvement, while practical skills were assessed through direct observation. The results showed that the average pre-test score increased from 56.80 to 86.40 in the post-test, representing a 52.11% increase in categorized as moderate. Furthermore, participants successfully acquired practical skills in producing fish nuggets, applying hygienic processing techniques, packaging products, and identifying potential marketing opportunities. The program effectively enhanced community capacity to process local fishery resources into value-added products and demonstrated strong potential for supporting sustainable community-based microenterprises and improving the economic welfare of coastal communities.