Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KELUARGA PENCEGAHAN COVID-19 MELALUI DAHAK DARI BOTOL PLASTIK BERBAHAN DESINFEKTAN IRISAN SIRIH – SEREH Marumi Wiwin Diarti
ASMAT: Jurnal Pengabmas Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/ajp.v2i1.59

Abstract

Kurangnya pemahaman masyarakat dalam pemanfaatan botol plastik bekas untuk pot sehat keluarga berbasis kearifan lokal khususnya Sereh dan Sirih sebagai desinfektan alami. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat skema program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah dengan memberikan edukasi kepada mitra masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan serta menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan ditengah pandemi Covid-19 melalui sosialisasi tentang pencegahan penularan Covid-19. Memberikan edukasi PHBS terutama bagaimana cara membuang dahak atau dahak yang baik, untuk menghindari penyebar Covid-19 melalui udara. Memberikan edukasi dan pelatihan cara pembuatan wadah desinfektan alami dengan pemanfaatan botol plastik bekas dan tanaman obat keluarga berbasis kearifan lokal khususnya Sereh dan Sirih untuk wadah pembuangan dahak atau dahak. Memberikan bibit Sereh dan Sirih untuk dibuat pot sehat keluarga bahan baku untuk pembuatan wadah desinfektan. Metode yang digunakan untuk melaksanakan solusi dalam memecahkan masalah pada kelompok masyarakat (kepala keluarga) sebagai mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan edukasi (Penyuluhan dan diskusi), Pelatihan (Demonstrasi dan praktik) dalam pembuatan wadah desinfektan alami berbahan kearifan lokal Sirih-Sereh untuk wadah pembuangan dahak (dahak). Evaluasi dilakukan dengan menggunakan quisioner terstruktur yang terdiri dari beberapa pertanyaan untuk melihat peningkatan pengetahuan dan evaluasi keterampilan dengan melihat membuat wadah desinfektan dan memantau pembuatan pot sehat keluarga. Luaran Wajib yang sudah terpenuhi adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan Mitra Pengabdian masyarakat, peningkatan prilaku PHBS etika berdahak dan membuang dahak, terbentuknya Pot sehat keluarga Sirih dan Sereh, Video Pengmas dan Sertifikat Haki, Bookleat Pengmas dan sertifikat Haki sedangkan luaran tambahan berupa manuskrip artikel.
PEMANFAATAN BUAH TERONG UNGU DAN BUNGA KENANGA UNTUK PENGENDALIAN LARVA AEDES SP MELALUI PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DI DESA KARANG BAYAN Marumi Wiwin Diarti
ASMAT: Jurnal Pengabmas Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/ajp.v2i2.60

Abstract

Analisis situasi di Desa Karang Bayan kasus DBD pada awal tahun 2020 sudah 7 orang kasus positif. Analisis permasalahan yang ditemukan di Desa Karang Bayan antara lain padatnya rumah-rumah penduduk sehingga memudahkan penularan DBD, belum menerapkan PHBS sehingga vektor DBD mudah membuat perindukan dan kurangnya pemahaman dan kepedulian masyarakat terutama kelompok remaja tentang edukasi PHBS dan kurangnya pemahaman dan keterampilan remaja dalam memanfaatkan bahan – bahan alam tanaman obat dan sayur, serta tanaman hias yang dapat digunakan sebagai larvasidal alami untuk larva Aedes Sp, seperti pemanfaatan ″TERUNA″ natural spray filtrat  buah terong ungu panjang dan bunga kenanga. Tujuan pengabdian masyarakat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Remaja Karang Taruna tentang pentingnya PHBS, pengendalian larva Aedes, sp. untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD), pemanfaatan dan pengolahan bahan – bahan alam buah terong ungu panjang dan buah kenanga untuk dalam bentuk spray dengan menggunakan metode TOT dan Praktek. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat telah tercapai peningkatan pengetahuan dan keterampilan Remaja Karang Taruna tentang pentingnya PHBS, pengendalian larva Aedes, sp untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD), pemanfaatan dan pengolahan bahan – bahan alam buah terong ungu panjang dan buah kenanga dengan nilai tinggi dari 0% menjadi 55,6% dan terbentuknya kebun mini sehat Remaja untuk penyediaan bahan baku spray filtrat buah terong ungu panjang dan buah kenanga. Keberlanjutannya dititipkan kepada Ketua Karang Taruna dan Kepala Desa.