Analisis situasi di Desa Karang Bayan kasus DBD pada awal tahun 2020 sudah 7 orang kasus positif. Analisis permasalahan yang ditemukan di Desa Karang Bayan antara lain padatnya rumah-rumah penduduk sehingga memudahkan penularan DBD, belum menerapkan PHBS sehingga vektor DBD mudah membuat perindukan dan kurangnya pemahaman dan kepedulian masyarakat terutama kelompok remaja tentang edukasi PHBS dan kurangnya pemahaman dan keterampilan remaja dalam memanfaatkan bahan – bahan alam tanaman obat dan sayur, serta tanaman hias yang dapat digunakan sebagai larvasidal alami untuk larva Aedes Sp, seperti pemanfaatan ″TERUNA″ natural spray filtrat buah terong ungu panjang dan bunga kenanga. Tujuan pengabdian masyarakat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Remaja Karang Taruna tentang pentingnya PHBS, pengendalian larva Aedes, sp. untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD), pemanfaatan dan pengolahan bahan – bahan alam buah terong ungu panjang dan buah kenanga untuk dalam bentuk spray dengan menggunakan metode TOT dan Praktek. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat telah tercapai peningkatan pengetahuan dan keterampilan Remaja Karang Taruna tentang pentingnya PHBS, pengendalian larva Aedes, sp untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD), pemanfaatan dan pengolahan bahan – bahan alam buah terong ungu panjang dan buah kenanga dengan nilai tinggi dari 0% menjadi 55,6% dan terbentuknya kebun mini sehat Remaja untuk penyediaan bahan baku spray filtrat buah terong ungu panjang dan buah kenanga. Keberlanjutannya dititipkan kepada Ketua Karang Taruna dan Kepala Desa.