Noh Ibrahim Boiliu
Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Memahami manusia sebagai makhluk paradoksal dalam praktik Pendidikan Agama Kristen Noh Ibrahim Boiliu; Bernadetha Nadeak
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 12 No 2 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v12i2.209

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan sifat paradoks manusia dalam praktik pendidikan. Manusia sebagai makhluk paradoksal adalah makhluk yang bebas namun bertanggung jawab, yang berarti bahwa manusia tidak hanya bergantung dan ada untuk dirinya sendiri, tetapi juga ada secara independen sambil terhubung atau bergantung pada orang lain. Hal ini menegaskan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Kesadaran manusia sebagai makhluk sosial paradoks mempengaruhi pandangan mereka tentang hubungan antara manusia. Metode deskriptif analitis digunakan dalam menganalisis artikel untuk mensintesis dan menarik kesimpulan. Dalam kegiatan ini, baik guru dan murid memberi diri mereka untuk terlibat dan belajar bersama. Guru memberikan waktu, energi, dan kompetensinya, sementara murid memberikan diri mereka untuk diajarkan dan bersedia mengikuti petunjuk dan arahan guru. Kesadaran atas tanggung jawab peran dan tugas masing-masing membawa kehangatan ke dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini hanya dapat terjadi jika kedua belah pihak saling bergantung dan menyadarinya.
Hikmat sebagai Soko Guru bagi Guru Pendidikan Agama Kristen Berdasarkan Sastra Hikmat dalam Perjanjian Lama Noh Ibrahim Boiliu
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 14 No 1 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v14i1.406

Abstract

Hikmat memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, termasuk dalam konteks Pendidikan Agama Kristen. Artikel ini bertujuan untuk menggali konsep hikmat sebagai sokoguru bagi guru pendidikan agama Kristen berdasarkan kitab hikmat dalam Perjanjian Lama. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis berbagai ayat dan konsep hikmat dalam kitab hikmat, serta mengaitkannya dengan peran guru Pendidikan Agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hikmat dapat menjadi pedoman bagi guru dalam mengajar dan membimbing siswa mereka. Hikmat yang diperoleh dari kitab Hikmat dalam Perjanjian Lama memberikan landasan moral dan spiritual yang kuat bagi guru dalam memengaruhi dan membimbing siswa mereka secara positif. Kesimpulannya, hikmat merupakan sokoguru yang memegang peranan krusial dalam Pendidikan Agama Kristen, dan memahami konsep hikmat dalam kitab Hikmat dapat meningkatkan efektivitas guru dalam membentuk karakter dan iman siswa mereka.
Kecerdasan Spiritual Kristen dalam Mengelola Stres dan Peran Ganda Orang Tua Tunggal Noh Ibrahim Boiliu; Meike Lely Lewankoru; Ribka
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 15 No 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v15i1.476

Abstract

Single parents face complex challenges in the form of dual roles as breadwinners and primary caregivers, which often trigger high levels of stress due to economic pressures, caregiving demands, and limited social support. This study aims to analyze the role of Christian spiritual intelligence in stress management among single parents. The method used is a literature review of scientific articles discussing the relationship between spirituality, coping, and psychological well-being. The findings show that Christian spiritual intelligence functions as an emotion-based coping mechanism that helps regulate emotions, provides transcendent meaning, and strengthens psychological resilience. Faith practices support have been shown to reduce social isolation and increase a sense of belonging, making single parents more resilient in facing life's pressures. This article contributes by offering a conceptual framework that integrates Christian spirituality, coping strategies, and social support as the foundation for stress management.