Salomo Sihombing
Sekolah Tinggi Teologi Trinity, Parapat, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Politics based on a Biblical Perspective and its Implications for the Involvement of Believers in Politics Salomo Sihombing
Jurnal Jaffray Vol 20, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj.v20i1.619

Abstract

This article was written with the aim of analyzing a topic that is often the subject of discussion among Christians in general and theologians in particular. The topic to be analyzed is politics in the Old Testament as a biblical study. Through this article, we will seriously describe the views of Old Testament experts on politics and then see its relationship with Theopolitics as an important part offered in the Old Testament. In the end, this article will analyze and conclude comprehensively “what it really looks like” the Old Testament looked at politics and tried to relate it to the life of believers.
Teologi Marsiadapari: Sebuah Konstruksi Teologi Lokal Dalam Perspektif Robert J. Schreiter Atas Hermeneutika Galatia 6:2 Salomo Sihombing; Gerald Moratua Siregar
KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 1 (2022): Kamasean: Jurnal Teologi Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kamasean.v3i1.106

Abstract

The progress of civilization is something that cannot be avoided. The industrial revolution 4.0 era brought a lot of progress and benefits for human life. But like a double-edged sword, the progress of this era is also slowly eroding local wisdom which is rich of noble value. The progress of the civilization has created opportunities as well as threats in order to preserve the local wisdom. In this term, as an example, it can threaten the marsiadapari tradition in the Toba Batak community. Simply put, marsiadapari is a tradition of gotong royong, which nowadays is starting to fade in the life of the Toba people. To revive this local wisdom, the authors saw an opportunity by constructing a local theology which could later be called the Marsiadapari Theology. This paper uses a qualitative method by tracing previous literature studies by focusing on the local theological perspective offered by Robert Schreiter. This study above will be dialectic with a biblical study of the text of Galatians 6:2. As the result, this article finds that Marsiadapari Theology is a constructive theology that can help readers to fulfill the law of Christ (the law of love) by involving and uniting everyone in a participatory manner. Abstrak: Kemajuan peradaban merupakan perihal yang tidak mungkin dihindari. Era revolusi industri 4.0 banyak membawa kemajuan dan manfaat bagi kehidupan manusia. Namun bagai pedang bermata dua, kemajuan zaman ini juga perlahan menggerus kearifan lokal dengan kekayaan tradisi yang bernilai luhur. Kemajuan zaman ternyata telah menciptakan peluang sekaligus ancaman bagi pelestarian kearifan lokal. Salah satunya dapat mengancam tradisi marsiadapari yang ada di dalam masyarakat Batak Toba. Sederhananya, marsiadapari adalah tradisi gotong-royong, di mana dewasa ini, mulai memudar dalam tatanan kehidupan masyarakat Toba. Untuk menghidupkan kembali kearifan lokal ini, tim penulis melihat peluang dengan cara mengonstruksi sebuah teologi lokal yang nantinya dapat disebut dengan Teologi Marsiadapari. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan menelusuri kajian literatur terdahulu dengan menitikberatkan pada perspektif teologi lokal yang ditawarkan oleh Robert Schreiter. Kajian tersebut akan didialektikakan dengan kajian biblis atas teks Galatia 6:2. Artikel ini menghasilkan temuan bahwa Teologi Marsiadapari merupakan salah satu teologi konstruktif yang dapat membantu pembaca untuk memenuhi hukum Kristus (hukum kasih) dengan melibatkan dan mempersatukan setiap orang secara partisipatif.
Dari politik ke politiknya Allah Salomo Sihombing
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 12 No 2 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v12i2.236

Abstract

Tulisan ini berfokus pada konteks perpolitikan di Indonesia, khususnya Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan terselenggara pada tahun 2024. Sisi yang coba dideskripsikan dan dianalisis adalah terkait memaknai politik (Pilpres 2024) tersebut dari perspektif 1 Samuel 8:4-9; 16:7, 11-13. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Prosesnya diawali dengan memberikan data sejarah ringkas yang berhubungan dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden sejak berlangsungnya pemilihan secara langsung oleh rakyat (2004) sampai saat ini. Lanjut kepada pemaparan peta perpolitikan di Indonesia sekarang, narasi-narasi politis yang dimunculkan baik oleh sisi kekuasaan dan juga sisi oposisi untuk melihat sumbangsihnya bagi kemajuan bangsa. Melalui proses itu terlihat jelas bahwa perpolitikan menuju Pilpres 2024 bertumpu pada politik manusia (politics). Sementara, melalui proses hermeneutika 1 Samuel 8:4-9; 16:7, 11-13 ditunjukkan bahwa suksesi kepemimpinan yang terjadi ada dalam tindakan politis-Nya Allah (Theopolitics). Dengan demikian, terjadi pergeseran makna dari “Politics” ke “Theopolitics.”