ABSTRAKGender merupakan hal yang hangat diperbincangkan, perbedaan gender laki-laki dan perempuan terlihat sangat signifikan, contohnya di dalam pekerjaan, laki-laki dan perempuan sering sekali diperlakukan berbeda seakan-akan keduanya tidak dapat melakukan hal yang sama. Bentuk ketidakadilan gender meliputi: marginalisasi, subordinasi, double burden, stereotype dan kekerasan yang termanifestasikan dalam banyak tingkatan yaitu negara, tempat kerja, organisasi, adat istiadat masyarakat dan rumah tangga. Contohnya, perempuan dianggap tidak memiliki kecakapan dalam memimpin atau berbicara di depan publik sebagai public speaker. Namun ada beberapa perempuan yang berhasil keluar dari stereotype tersebut, salah satunya adalah Najwa Shihab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teori The Five Canons Of Rethoric, dengan teknik pengumpulan data analisis isi content dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah instagram Najwa Shihab @najwashihab. Najwa Shihab layak dijadikan role model bagi perempuan lainnya yang masih awam dalam berbicara di depan public. Najwa Shihab selalu mengutamakan persiapan yang matang sebagai seorang public speaker. Najwa Shihab juga menggali topik sebelum tayangan dimulai, dia melakukan pengumpulan data secara rinci dan detail sebelum meneliti pembicaranya, oleh sebab itu. Najwa Shihab selalu menyusun dan mengorganisasikan pesannya secara logis dan tidak ada pengulangan kata, Najwa Shihab juga berbicara sesuai dengan fakta dan tidak dilebih-lebihkan untuk memunculkan efek dramatis. Informasinya selalu mengandung amanat atau pesan disetiap tayangannya yang disampaikan dengan cara yang sederhana. Gayanya yang tegas dan jelas menjadi ciri khasnya dan sering berinteraksi menggunakan body talk kepada narasumbernya dan profesionalnya sebagai public speaker.