Penelitian ini menguji determinan nilai perusahaan dengan pertumbuhan perusahaan sebagai variabel moderasi.Data penelitian termasuk dalam data sekunder, dimana menggunakan sampel perusahaan-perusahaan di sektor barang konsumsi non-cyclical Bursa Efek Indonesia selama tahun 2018-2021.Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dan uji residual sebagai pengujian variabel moderasi.Adapun hasil pengujian menunjukkan bahwa kebijakan hutang dan kebijakan deviden berpengaruh terhadap nilai perusahaan.Meski demikian, pertumbuhan perusahaan tidak dapat memoderasi kedua variabel independen tersebut terhadap nilai perusahaan.Hal ini dilatarbelakangi oleh indikasi pertumbuhan perusahaan yang sempat terguncang, terutama pada masa pandemik, sehingga cenderung membuat investor bingung di dalam melepas atau mempertahankan sahamnya.