Dimitri Januar Bawole
SMP Kristen Petra Acitya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

LENSA INTERFAITH SPACE: MENAKAR DILEMA PERKAWINAN LINTAS AGAMA DARI SASTRA INDONESIA Dimitri Januar Bawole
Pute Waya : Sociology of Religion Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/pwjsa.v4i1.1406

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis keputusan perkawinan lintas agama dalam novel Keluarga Permana dalam ruang interfaith space dan mengkaji konteks dari novel tersebut menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Novel ini ditulis pada tahun 1978 dalam konteks pelarangan perkawinan lintas agama dan disahkannya UU No. 1 Tahun 1974 mengenai Perkawinan. Di samping itu, alur dan karakter dalam novel tersebut menunjukkan adanya sebuah ruang lintas iman (Interfaith Space) dalam menghadapi problematika perkawinan lintas agama di Indonesia. Untuk itu, dalam tulisan ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian sastra dialektik. Metode ini bukan hanya menganalisis intrinsik dari sebuah novel tapi juga mengkaji ekstrinsik (konteks) dimana novel itu ditulis sehingga ada keterhubungan baik intrinsik dan ekstrinsik novel tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Interfaith Space yang dikembangkan oleh seorang American Studies, Erika Seamon. Interfaith Space adalah ruang peleburan antara perbedaan latar belakang agama dalam perkawinan lintas agama. Lebih lanjut, dalam penelitian ini juga menggunakan pendekatan sosiologi sastra dari Alan Swingewood. Bagi Swingewood, sastra merupakan cermin dari masyarakat sehingga terjadi keterhubungan dari dunia rekaan dan konteks dimana novel itu ditulis . Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan lintas agama perlu dilihat dalam bingkai gejala politik pada tahun 1970-an serta mengkaji kembali ajaran agama mengenai perkawinan lintas agama dalam interfaith space.