Mukhsin Patriansah
Program Studi Desain Komunikasi Visual, Universitas Indo Global Mandiri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEMIOTIKA ROLAND BARTHES DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT ‘STOP HOAX’ INDOSIAR Mukhsin Patriansah; Ria Sapitri; M. Ihsan Nugraha
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 4, No 1 (2023): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v4i1.3767

Abstract

AbstrakMedia sosial hadir bukan hanya sekedar memberikan hiburan, menyebarkan berita palsu dan meningkatkan popularitas semata. Melainkan sebagai media untuk memberikan dan menerima informasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Maraknya kasus penyebaran berita hoax di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, bisa menimbulkan keresahan, ketegangan dan saling mencurigai yang akan bermuara pada tindakan kekerasan di tengah masyarakat. Sadar akan hal itu, Indosiar hadir untuk mengatasi masalah tersebut melalui perancangan Iklan Layanan Masyarakat ‘Stop Hoax!’ Yuk Gunakan Sosial Media Kalian Untuk Hal Yang Lebih Positif. Kajian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes yakni denotasi dan konotasi. Analisis dilakukan dengan cara membedah struktur tanda secara individual dan kombinasi tanda yang membentuk sebuah teks. Secara kontekstual, sistem tanda dalam iklan ini memiliki relasi yang kuat terhadap pokok permasalahan, sehingga pesan yang disampaikan cukup efektif dalam mempersuasif masyarakat luas terhadap penyebaran berita hoax yang begitu masif.  Kata Kunci: media sosial, stop hoax, denotasi dan konotasi.AbstractSocial media exists not only to provide entertainment, spread fake news, and increase popularity. become a medium for giving and receiving useful information for the wider community. The rise of cases of spreading hoax news amid the rapid development of information and communication technology today can cause anxiety, tension and mutual suspicion which will lead to acts of violence in society. Realizing this, Indosiar is here to solve this problem by designing a Public Advertising Service 'Stop Hoax!' Let's Use Your Social Media For More Positive Things. The study in this study used Roland Barthes's semiotic approach, namely denotation and connotation. The analysis is carried out by dissecting the individual structural signs and the combination of signs that make up a text. Contextually, the sign system in this advertisement has a strong relationship to the subject matter, so that the message conveyed is quite effective in persuading the wider community against the massive spread of hoax news. 
Optimalisasi Pemahaman Prinsip Desain melalui Sosialisasi Tipografi Dasar di SMK Negeri 7 Palembang Mukhsin Patriansah; Didiek Prasetya; Avrio Fadhil Ashari; Arjun Kusuma Dijaya
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 02 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i02.3918

Abstract

Kreativitas merupakan kemampuan individu dalam menemukan solusi baru terhadap permasalahan, khususnya dalam proses perancangan komunikasi visual. Dalam konteks pendidikan vokasi, pemahaman terhadap prinsip desain dan tipografi dasar menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki oleh siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemahaman prinsip desain melalui kegiatan sosialisasi tipografi dasar kepada siswa kelas XII jurusan DKV di SMK Negeri 7 Palembang. Metode yang digunakan meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan pendekatan pembelajaran partisipatif melalui pemaparan materi, diskusi, serta praktik eksplorasi bentuk huruf. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 25 orang. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari yakni pada hari Senin, tanggal 27 April 2026. Capaian dapat dilihat melalui partisipasi peserta, pemahaman materi, kemampuan berdiskusi, serta hasil praktik eksplorasi bentuk huruf yang menunjukkan 6 karya siswa memperoleh nilai ‘sangat baik’ dengan skor nilai angka 3,5 ke atas. Sementara, 36% atau 9 karya siswa yang memperoleh nilai rata-rata 2,8 sampai dengan 3,4 dengan kategori ‘baik’. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dan pemahaman siswa terhadap klasifikasi huruf, keterbacaan, keseimbangan visual, dan penerapan tipografi sebagai elemen utama desain. Selain itu, siswa juga mampu menuangkan ide kreatif secara lebih terstruktur dalam karya visual yang dihasilkan. Kegiatan sosialisasi ini menunjukan kontribusi positif dalam meningkatkan kreativitas sekaligus memperkuat pemahaman prinsip desain, sehingga dapat mendukung kesiapan siswa dalam menghadapi tuntutan dunia industri kreatif.