Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DALAM MENAATI TATA TERTIB MELALUI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DENGAN TEKNIK MODELLING PADA SISWA KELAS VII A MTsN 2 HSU Yusmilawanti
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kurangnya kedisiplinan siswa pada kelas VII A. Disiplin merupakan salah satu kecakapan hidup yang sangat penting dan perlu dimiliki oleh setiap orang guna mencapai kesuksesan dalam hidupnya, tidak hanya kesuksesan dalam belajar tetapi juga kesuksesan dalam hidup bermasyarakat. Sikap disiplin menaati tata tertib meliputi tiga aspek yaitu: pemahaman tentang peraturan yang berlaku, sikap mental yang baik dan kesungguhan dalam menaati tata tertib. Fenomena di lapangan menunjukkan kondisi kedisiplinan siswa kelas VII A MTsN 2 HSU dalam ketiga aspek tersebut masih rendah. Melalui Penelitian Tindakan Kelas masalah ini dicoba untuk diatasi yang dilakukan oleh Guru BK melalui layanan penguasaan konten dengan teknik modelling. PTK ini dilakukan dengan dua siklus, setiap siklus terdiri dari beberapa tindakan dan pertemuan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan siswa dalam menaati tata tertib dan dapat mengetahui keadaan masalah siswa. Setting penelitian adalah siswa kelas VII A MTsN 2 HSU tahun pelajaran 2019/2020, dengan jumlah siswa 34 orang yang terdiri dari 14 orang siswa laki-laki dan 20 orang siswa perempuan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen keaktifan siswa, minat siswa dan skala kedisiplinan sebanyak 63 item. Metode analisis data menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian yang diperoleh, tingkat kedisiplinan siswa pada siklus I tergolong dalam kategori sedang dengan persentase 66,6% Pada siklus II meningkat menjadi 77,6% dalam kategori tinggi. Dengan demikian mengalami peningkatan sebesar 11%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa layanan penguasaan konten dengan teknik modelling dapat meningkatkan kedisiplinan siswa.
UPAYA MENINGKATKAN MINAT SISWA MENGIKUTI KONSELING INDIVIDUAL MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS VII F MTsN 2 HULU SUNGAI UTARA Yusmilawanti
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di MTsN 2 Hulu Sungai Utara yang menunjukkan bahwa terdapat siswa kelas VII F mempunyai minat yang rendah mengikuti konseling individual di sekolah. Melalui pemberian layanan bimbingan kelompok diharapkan bisa meningkatkan minat siswa dalam mengikuti konseling individual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat siswa dalam mengikuti konseling individual pada siswa sesudah mengikuti layanan bimbingan kelompok. PTK ini dilakukan dengan dua siklus, setiap siklus terdiri dari beberapa tindakan dan pertemuan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan minat siswa mengikuti konseling individual dan dapat mengetahui keadaan masalah siswa. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah sepuluh siswa kelas VII F di MTsN 2 Hulu Sungai Utara yang mempunyai minat dalam mengikuti konseling individu termasuk dalam kriteria tinggi, sedang, rendah dan sangat perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala psikologi, observasi, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data digunakan teknik analisis data kuantitatif dan analisis deskriptif persentase. Dari hasil penelitian menunjukkan minat siswa dalam mengikuti konseling individual pada siklus I 51,89% dengan kategori rendah dan pada siklus II 76,65% dengan kategori tinggi. Perbedaan tingkat minat siswa dalam mengikuti konseling individual pada siklus I dan siklus II sebesar 24,76%. Selain itu, siswa mengalami perkembangan yang lebih baik dilihat dari meningkatnya indikator perhatian terhadap konseling individual, ketertarikan mengikuti konseling individual, keinginan mengikuti konseling individual, keyakinan mengikuti konseling individual, dan tindakan mengikuti konseling individual. Hasil tersebut menunjukkan bahwa bimbingan kelompok dapat meningkatkan minat konseling individual siswa.