This Author published in this journals
All Journal Maarif
Trisno S. Sutanto
Paritas Institute

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Warisan Buya dan Kita: Catatan-catatan Personal Trisno S. Sutanto
MAARIF Vol 18 No 1 (2023): Mewarisi Legacy Buya Ahmad Syafii Maarif: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemanusi
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v18i1.207

Abstract

Jika kita ingin merawat dan melanjutkan warisan pemikiran Buya Syafii ke depan, kita masih akan bergumul dengan persoalan-persoalan dasar politik kebangsaan. Setidaknya ada beberapa dimensi yang harus terus menerus diperjuangkan. Pertama, sangat jelas bahwa masa depan sistem demokrasi hanya akan berdiri teguh dan hidup (vibrant) jika dilandaskan pada prinsip kewarganegaraan (citizenship) yang inklusif dan non-diskriminatif. Kedua, prinsip kewarganegaraan itu hanya dapat dijaga jika dilandaskan pada asas kebebasan dan toleransi. Sebab kebebasan tidak boleh mengancam toleransi dan sebaliknya toleransi tidak boleh mematikan kebebasan. Ketiga, adalah meritokrasi sebagai satu-satunya tolok ukur yang diperbolehkan dalam sistem demokrasi. Itu berarti, seorang (calon) pemimpin publik hanya boleh dinilai berdasarkan karya nyata dan pengabdiannya bagi masyarakat luas, bukan oleh karena asal usul suku, ras, keyakinan, atau bahkan orientasi seksualnya. Sudah pasti, ini akan menjadi perjuangan jangka panjang demi masa depan Indonesia yang lebih baik. Buya Syafii dan para guru bangsa sudah memulainya dan meninggalkan warisan sangat berharga.