Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN PENCEGAHAN TERJADINYA STUNTING DALAM UPAYA PEMBANGUNAN KESEHATAN DI DESA SINDANGPALAY KECAMATAN KARANGPAWITAN KABUPATEN GARUT Ayu Rahadianti; Atu Setiati; Tami Sri Rahayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 6 No 3 (2023): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v6i3.3314

Abstract

Desa Sindangpalay merupakan desa pertama yang dipilih untuk mendapatkan penyuluhan stunting oleh Puskesmas Karangpawitan, karena Desa tersebut memiliki angka stunting yang paling tinggi di Kecamatan Karangpawitan. Hal ini menjadi masalah urgen karena stunting dapat mempengaruhi seluruh pertumbuhan dan perkembangan pada anak sebagai penerus bangsa ini. Dalam upaya mencegah terjadinya stunting, Puskesmas Karangpawitan mengadakan sebuah kegiatan penyuluhan untuk menunjang perubahan wawasan masyarakat terkait pentingnya pencegahan stunting. Tujuan diadakan penyuluhan ini yaitu untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya tumbuh kembang anak, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penanganan dan pencegahan stunting pada anak sehingga dapat menurunkan presentase stunting di Desa Sindangpalay Kecamatan Karangpawitan. Metode pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini berupa ceramah dengan menggunakan media power point yang dilakukan oleh dokter dan bidan Puskesmas Karangpawitan serta melakukan sesi tanya jawab. Metode evaluasi hasil penyuluhan dilaksanakan bersama pihak puskesmas dan desa melalui observasi dan wawancara kepada masyarakat terkait hasil penyuluhan yang diberikan kepada kader. Hasil dari kegiatan penyuluhan mengenai pencegahan stunting terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader mengenai stunting serta informasi yang telah didapatkan oleh kader tentang pencegahan dan penanganan stunting telah disebarluaskan kepada masyarakat.
PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DALAM UPAYA PEMBANGUNAN KESEHATAN REMAJA DI DESA SUKAMUKTI KABUPATEN GARUT Atu Setiati; Ayu Rahadianti; Tami Sri Rahayu; Qori Alya M; Bela Salsabila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 6 No 2 (2023): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v6i2.3249

Abstract

Sukamukti Village is the village chosen to get the “Power To Youth” Program by Garut Regency because of the high rate of child marriage and dispensation of marriage. This is an urgent problem because the impact will be detrimental to youth as the nation's next generation because they are at risk of having poor quality reproductive health. In an effort to build reproductive health, there must be activities to support changing people's views regarding the importance of reproductive health. The aim of reproductive health counseling is to increase insight and knowledge so as to increase youth awareness of the importance of maintaining reproductive health and reducing the number of child marriages in Sukamukti Village. Through the Participatory Rural Appraisal (PRA) method to analyze youth problems by the SEMAK Foundation, it can be seen from the high number of child marriages and requests for dispensation from marriage at KUA due to the lack of knowledge of parents and youth. The results of this service have made the Banyuresmi Youth Communication Forum in Sukamukti Village more appreciated by the government and the community, obtained legality by the village government as a CSO that focuses on adolescent health, and can be productive through youth posyandu. Suggestions for the village government are to give authority to the Sukamukti youth group to be able to participate in making policies specifically for youth in supporting equality, welfare, fulfilling children's basic rights in maintaining reproductive health.