Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Desain Pembelajaran Materi Fiqih dalam Perspektif Kurikulum Merdeka Belajar Seten Hartedi
Al-Bahtsu : Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2023): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/btu.v8i1.10761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab sejumlah masalah terkait pembelajaran materi Fiqih yang terkesan monoton dan membosankan, hal ini jika dilihat dan ditelisik sebenarnya ada pada materi yang dari tahun ke tahun tidak memiliki perubahan dan tidak memiliki pembaharuan, dikarena materi Fiqih adalah pembelajaran yang terfokus pada materi agama islam yang tentunya tidak akan dapat berubah karena memiliki hukum mutlak, hal ini lah yang coba peneliti lihat namun dari sudut kurikulum yakni, kurikulum merdeka belajar yang menawarkan desain baru didalamnya. Pada prosesnya penelitian ini akan pada proses penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penelitian deskriptif dalam penelitian ini nantinya akan menggunakan data reteratur jurnal atau pun buku sebagai bahan kajian terkait penelitian ini. Dan pada hasil pembahasan pada penelitian ini menujukkan kurikulum merdeka belajar adalah kurikulum yang memfokuskan pada proses pembelajaran yang bebas sesuai kreasi guru dalam mengajar, hal ini terlihat pada desain pembelajarannya yang fokus pada perangkat ajar dalam semua mata pelajarannya, contoh pada materi Fiqih sub ajar thaharah atau bersuci, pengajar dapat mengajarkan materi thaharah tersebut dengan perangkat ajar yang dikombinasikan atau perangkat ajar yang terbaru sesuai dengan karakteristik mahasiswa dan ketersedian dan kesesuaian tujuan pembelajaran, yang tentunya hal ini akan mampu meningkatkan profesional seorang pengajar.
Perbandingan Sistem, Strategi dan Berbeda Manufaktur yang Dikembangkan PTKI dengan Multikultural Seten Hartedi; Alfauzan Amin
Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2024): Islamic Education Research
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/btu.v9i1.4213

Abstract

The context of pluralism, multiculturalism, multiethnicity and religion in Indonesian society is very important. Therefore, serious attention is needed from various parties, so that unity and togetherness are not divided. Although the above problems have subsided, it does not mean that the problems have resolved themselves, because in many cases the implementation of Article 13A of the Education Law at the administrative level does not run as it should. Basically, this provision has three specific objectives: 1) Avoiding deviations from religious norms or misinterpretations that may arise if teachers are taught by teachers who do not share the same faith; 2) If teachers have the same beliefs as students, then religious harmony can be better maintained between other students; and 3) Professionalism in organizing religious training and education. The application of religion in multicultural education in the world of education can be a solution to disputes in society. In comparative research, several approaches can be used to compare groups, such as experiments, case studies, or secondary data analysis. This research focuses on analyzing the differences or relationships between the variables studied in two or more different groups or situations. The objective can be modified to understand the influence of a variable on different groups, to identify factors that influence differences and similarities between groups in order to compare the effectiveness of two or more strategies and differences in manufacturing in developing PTKI with multiculturalism.