Syamsuri Syamsuri
IAI Al-Ghuraba

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelaksanaan Hukum Kewariasan Islam pada Adat Betawi Bekasi Syamsuri Syamsuri
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 22, No 1 (2023): Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kordinat.v22i1.33490

Abstract

Sampai saat ini di Negara yang mayoritas berpenduduk muslim di Indonesia belum berhasil melakukan kodifikasi dan unifikasi hukum waris nasional. Diantara sulitnya melakukan pengkodifikasian hukum waris karena beragamnya sistem hukum yang mengatur persoalan keluarga, termasuk hukum kewarisan masyarakat Indonesia secara umum yang begitu majemuk, terkhusus pada adat Betawi di Bekasi. Studi ini mengkaji bagaimana pelaksanaan hukum kewarisan pada adat Betawi di Bekasi dan penyelewengannya. Studi ini menitikberatkan pada model pembagian harta waris kepada anak laki-laki dan perempuan. Artikel ini menyimpulkan bahwa masyarakat pada adat Betawi di Bekasi masih menggunakan hukum adat dalam menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan pembagian warisan. Hukum adat yang dipakai adalah hukum adat parental (bilateral) yang mengalami dinamisasi atau pergeseran atau telah berbaur dengan hukum kewarisan Islam. Hukum kewarisan yang dimaksud adalah adanya syura’, (bermusyawarah untuk mufakat), sehingga menjadi ukhwah dan terhindar dari retak tali silaturrahim. Namun disisi lain ada sesuatu ketidak adilan dari sikap kedua orang tua dalam membagi warisan pada anak-anaknya dan wali yang diamanahi wasiat warisan tersebut, yaitu ketidak adilan diantara anak-anaknya atau yang menjadi tanggungan walinya, sebagian mendapatkan warisan sebagian tidak sama sekali
Kontribusi K.H. Noer Alie Dalam Bela Agama Negara, Politik, Dakwah, dan Pendidikan Islam Bekasi (Era 1940-1992) Syamsuri Syamsuri
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 22, No 1 (2023): Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kordinat.v22i1.33496

Abstract

Tokoh Agama Kiayi Noer Ali dikalangan masyarakat Bekasi-Karawang dikenal dengan sebutan Singa Karawang-Bekasi, mengapa demikian?, karena kiprahnya dalam masa mempertahankan Kemerdekaan RI era 1940-1949 tidak diragukan lagi, pada masa tersebut Kiayi Noer Ali tidak sekedar berdakwah dan membangun pendidikan, namun jiwa ragapun diserahkan kepada tanah airnya untuk berjuang bersama dengan  Batalyon III Hizbullah (Tentara Allah) dimana K.H. Noer Ali adalah Panglima/Komandannya,  memimpin perang bergerilya untuk mengusir Tentara NICA Sang Penjajah dari Bumi Pertiwi. Kiayi Noer Ali tokoh agama yang kharismatik, seorang pejuang yang berpangkat Kolonel, dan politikus. Kesimpulan dari artikel ini adalah bahwa Kiayi Noer Alie berkontribusi besar terhadap negara pada masa mempertahankan Kemerdekaan RI. Adapun kontribusinya adalah Pertama, ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan turut andil dalam peperangan. Kedua, ikut berpolitik terutama lewat Partai Masyumi. Ketiga, berdakwah yang dimulai dari rumahnya sendiri kemudian keliling kampung, dan pada akhirnya mengisi juga pengajian para pejabat dilingkungan Kabupaten Bekasi. Keempat, merintis sebuah lembaga pendidikan Islam plus pesantren guna umum ikut mencerdaskan anak bangsa