Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Tempurung Kelapa dari Industri Virgin Coconut Oil (VCO) menjadi Briket Arang di IKM PT. Sangkara Kota Bogor Erna Styani; Askal Maimulyanti; Anton Restu Prihadi; Fajar Amelia Rachmawati Putri; Fitria Puspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.915 KB) | DOI: 10.55075/jpm-aka.v2i2.156

Abstract

IKM PT. Sangkara merupakan salah satu IKM di Kota Bogor yang memproduksi minyak kelapa murni. Dalam produksi minyak kelapa tersebut, dihasilkan limbah tempurung kelapa yang dibiarkan menumpuk dan dibuang begitu saja ke lingkungan. Pada akhirnya, hal ini dapat menimbulkan pencemaran lingkungan karena tempurung kelapa tidak mudah diurai oleh mikroorganisme karena teksturnya yang keras. Umumnya, tempurung kelapa diolah lebih lanjut menjadi arang yang penggunaannya terbatas untuk kebutuhan memasak. Sebenarnya, arang tempurung kelapa tersebut dapat diolah lebih lanjut sehingga memiliki daya guna dan daya jual yang lebih tinggi, yaitu pengolahannya menjadi briket arang tempurung kelapa. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tim PkM Politeknik AKA Bogor melakukan pelatihan kepada IKM PT. Sangkara mengenai pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi briket arang yang diharapkan dapat mengatasi isu pencemaran lingkungan, membuka peluang bisnis baru, serta menghasilkan sumber bahan bakar alternatif. Briket arang yang dibuat dalam kegiatan pelatihan telah diuji kualitasnya meliputi kadar air, kadar abu, dan nilai kalor briket dan diperoleh nilai berturut-turut sebesar xxxx. Ketiga nilai tersebut menunjukkan bahwa kualitas briket yang dibuat telah memenuhi standar di pasaran.
Aplikasi Natural Deep Eutectic Solvent (NADES) sebagai Green Solvent pada Ekstraksi Kafein dan Katekin dari Limbah Kulit Kopi Fitria Puspita; Isna Nurhidayati; Bella Mellisani; Fajar Amelia Rachmawati Putri; Anton Restu Prihadi
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/pbsj.v5i1.32256

Abstract

Various studies have been conducted to support green industry by developing green solvents to replace organic solvents that are generally toxic, volatile, and harmful to human health and the environment. Environmentally friendly solvents that have been successfully developed in the 21st century are eutectic solvents and natural deep eutectic solvents (NADES). NADES can be formed from primary metabolites such as amino acids, organic acids, sugars, or choline derivatives, and has a high ability to extract polar, non-polar compounds, and several other secondary metabolites. The amount of waste generated from the process of separating coffee from its seeds is abundant but has not been used optimally. Coffee husk waste has the potential to be used as a food product because it contains many active substances, especially phenolic compounds such as caffeine and catechins. In this study, an NADES solvent based on choline chloride-proline (1:1) was successfully synthesized and used to extract phenolic compounds from coffee husk waste in the form of caffeine and catechins. The results of the HPLC analysis showed that the levels of caffeine and catechins extracted were 14.5 ppm and 61 ppm, respectively. Based on these results, caffeine and catechins in coffee skin waste were successfully extracted using NADES based on choline chloride – proline (1:1). 
Analisis Perbandingan Kadar Bahan Baku Levofloksasin Hemihidrat Menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dan Spektrofotometri UV-Vis Fitria Puspita; Ahmad Nandang Roziafanto
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v11i2.177

Abstract

Penjaminan mutu Bahan Baku Aktif (Active Pharmaceutical Ingredients/API) merupakan parameter penting dalam industri farmasi untuk memastikan efikasi terapeutiknya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan secara statistik kinerja analitik Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dan Spektrofotometri UV-Vis untuk penetapan kadar kuantitatif bahan baku levofloksasin hemihidrat. Penetapan kadar dilakukan dalam tujuh replikasi independen (n=7) untuk masing-masing instrumen. Presisi analitik dievaluasi menggunakan simpangan baku (SD) yang dilanjutkan dengan uji-F untuk menganalisis kesetaraan varians, sementara akurasi dinilai dengan membandingkan rata-rata persentase perolehan kembali (recovery) menggunakan uji-t sampel independen. Hasil analisis memberikan rata-rata % Recovery sebesar 99,57 % (SD = 0,2776 %) untuk metode KCKT, dan 99,72% (SD = 0,1892 %) untuk metode UV-Vis. Evaluasi statistik pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan nilai F-hitung sebesar 2,15 (nilai kritis = 5,82) dan nilai t-hitung sebesar 1,97 (nilai kritis = 2,18). Hasil ini mengonfirmasi penerimaan H0, yang menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan pada presisi maupun akurasi di antara kedua metode analitik tersebut. Oleh karena itu, spektrofotometri UV-Vis dapat menjadi alternatif yang sangat andal, hemat biaya, dan cepat dibandingkan KCKT untuk pengawasan mutu rutin levofloksasin hemihidrat murni, di mana tidak terdapat gangguan dari eksipien.