Abstrak: Nilai ekonomis limbah kulit kaki ayam memiliki potensi untuk ditingkatkan karena kulit yang telah melalui proses penyamakan dan finishing akan memiliki penampilan yang lebih menarik serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk kulit, seperti tas, sepatu, dan dompet. Pelatihan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kulit ceker ayam sebagai bahan alternatif bagi industri penyamakan kulit sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah peternakan melalui penerapan teknologi tepat guna. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan partisipatif berbasis praktik, yang melibatkan peserta secara aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyampaian materi, demonstrasi proses finishing, praktik langsung, diskusi, hingga evaluasi hasil. Pelatihan diikuti oleh 10 peserta yang berasal dari kalangan peternak, pelaku industri kulit, alumni, dan masyarakat sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam proses finishing kulit kaki ayam. Hal ini ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata pre-test dan post-test dari 75 menjadi 85 serta hasil evaluasi penyelenggaraan yang berada pada kategori sangat baik. Peserta juga mampu menghasilkan kulit kaki ayam dengan tampilan mengkilap dan layak untuk tahap produksi, serta memahami potensi pemanfaatannya sebagai bahan baku bernilai ekonomi. Secara keseluruhan, program pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi peserta dan berpotensi dikembangkan sebagai model pelatihan berkelanjutan berbasis teknologi tepat guna.Abstract: The economic value of chicken feet skin waste has the potential to be increased, as tanned and finished leather exhibits attractive appearance and is therefore ready to be utilized as raw material for leather products such as bags, shoes, and wallets. This training aimed to optimize the utilization of chicken feet skin as an alternative raw material for the leather tanning industry while increasing the added value of livestock waste through appropriate technology. The training employed a participatory, practice- hands-on training, actively involving participants in all stages, including material delivery, finishing processes, discussions, and evaluation. The program was attended by 10 participants consisting of livestock farmers, leather industry practitioners, alumni, and local community. The results demonstrated an improvement in participants’ knowledge and skills in the finishing process of chicken feet leather, as indicated by an increase in the average scores from 75(pre-test) to 85(post-test), along with positive evaluation results. Participants successfully produce leather with a glossy appearance suitable for the production stage and gained an understanding of its economic potential. Overall, the program proved effective in enhancing participants’ competencies and shows strong potential to be further developed as a sustainable training model based on appropriate technology.