Meningkatnya industri kuliner tentu tidak lepas dari sampah kemasan yang ditimbulkan, salah satu sampah yang ditimbulkan yaitu sampah alumunium foil. di Jawa Timur menghasilkan sekitar 8 ton tiap bulan limbah alumunium foil. Limbah yang menunmpuk hanya diserahkan kepada pihak ketiga. Limbah alumunium foil dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, dan membutuhkan waktu sekitar 400 tahun untuk mendegradasi alumuium foil dan terurai dalam tanah. Peningkatan polusi limbah yang muncu l, dibutuhkan alternatif untuk mengubah limbah menjadi material yang berguna. Kandungan alumunium yang tinggi pada alumunium foil dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tawas kalium alumunium sulfat. Tujuan dari penelitian yang dilakukan yaitu pemanfaatan limbah alumnium menjadi tawas kalium alumunium sulfat. Kombinasi variabel yang digunakan yaitu konsentrasi KOH dan H 2SO4. Pada penelitian ini akan dihitung nilai rendemen, analisa pH, titik leleh, dan kandungan Al 2O3 pada tawas. Hasil penelitian menunjukkan rendemen optimum sebesar 88,3580 pada variabel KOH 2 M dan H2SO4 4,5M, dengan nilai pH 3,08, titik leleh 92 °C, dan kandungan Al2O3 sebesar 15,5%. Adapun analisa fisis yang dilakukan terhadap tawas kalium alumunium sulfat yaitu analisa pH, titik leleh, dan kandungan Al2O3. pH tawas yaitu berkisar pada pH 3, dan titik leleh pada range 92 – 93 °C. Sedangkan kandungan Al2O3 berkisar pada 9 – 11 %. Analisa fisis pH dan titik leleh telah memenuhi standar SNI 0032:2011 tentang tawas alumunium. Sedangkan kandungan Al2O3 belum memenuhi standar SNI 0032:2011.