Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Motif Ular dalam Karya Batik sebagai Representasi Pandemi COVID-19 Fariz Al Hazmi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 40, No 2 (2023): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v40i2.7262

Abstract

Situasi Pandemi Covid-19 yang terjadi di dunia saat ini merubah tatanan kehidupan manusia. Penyebarannya yang cepat membuat perasaan khawatir, ketakutan dan waspada. Ketakutan dan kekhawatiran tersebut diibaratkan seperti melihat seekor ular sebagai hewan yang memberikan rangsangan yang mengancam. Ular juga menjadi simbol kesehatan dunia dan sebagai lambing kehormatan bagi tenaga medis sebagai garda terdepan menjadi harapan semua orang. Tujuan penciptaan karya seni batik adalah untuk merepresentasikan situasi pandemi Covid-19 melalui visualisasi ular sebagai  metafora. Metode penciptaan ini menggunakan Research–led practic, yaitu dalam melakukan penciptaan karya seni dilakukan penelitian terlebih dahulu untuk mendapatkan landasan teori dan menjadi acuan dalam proses praktik. Hasil penciptaan karya batik diberi judul “Loba Oray” atau yang berarti banyak ular dengan satu motif utama yaitu “Oray Gede” dengan makna penghormatan terhadap tenaga medis dan harapan yang besar, dua motif pelengkap yaitu “Sisik Oray” yang bermakna untuk membiasakan diri dalam kehidupan yang baru dan motif “Kembang Melati” melambangkan hati yang suci serta pikiran dan tekad yang murni. Warna yang digunakan yaitu jenis pewarna alami dari ekstraksi kulit rambutan yang menghasilkan warna cokelat dan hitam sebagai warna yang mewakili perasaan yang kelam dalam situasi pandemi Covid-19.
KAJIAN VISUAL MOTIF PADA KAIN IKAT KEPALA KHAS CIREBON Fariz Al Hazmi
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i1.5970

Abstract

Karya seni yang berasal dari masa lalu terkadang memiliki nilai historis yang mencerminkan kehidupan masyarakatnya. Kain ikat kepala khas Cirebon yang berada di Museum Tekstil Jakarta menyimpan berbagai cerita melalui visualnya yang terus di jaga hingga saat ini melalui konservasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji motif kain ikat kepala khas Cirebon yang ada di Museum Tekstil Jakarta secara visual. Metode penelitian menggunakan kualitatif  deskriptif dengan pendekatan semiotika visual. Sehingga simbol dan makna yang ada pada motif-motif tersebut dapat diungkapkan melalui identifikasi dan analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, terdapat dua kain ikat kepala sebagai objek penelitian yaitu ikat kepala motif Macan Ali dan motif Sawat. Kedua kain tersebut didapatkan dari sumbangan GP. Mangkunegoro VIII pada tahun 1976 dan dibuat dengan teknik batik. Hasil penelitian menemukan bahwa motif pada kain ikat kepala Macan Ali memvisualkan simbol Keraton Cirebon dan keislamannya dengan beberapa motif kaligrafi tawhid. Sedangkan pada kain ikat kepala motif Sawat merupakan kain yang berasal dari pengaruh Jawa-Hindu dengan motif sayap garuda, pohon hayat dan meru dan lidah api sebagai simbol kosmologi kehidupan.