Ahmad Rizki
Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Ilmi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menerapkan Pendidikan Islam dalam Pendidikan Karakter Ahmad Rizki
Jurnal Pendidikan Agama Islam Indonesia (JPAII) Vol. 2 No. 2 (2021): June
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.233 KB) | DOI: 10.37251/jpaii.v2i2.594

Abstract

Tujuan Penelitian: Pendidikan karakter merupakan bagian esensial yang menjadi tugas sekolah, tetapi selama ini kurang perhatian. Seyogyanya sekolah tidak hanya berkewajiban meningkatlkan pencapaian akademis, tetapi juga bertanggung jawab dalam membentuk karakter peserta didik. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan yang mengandalkan sumber bibliografi dari buku dan artikel di jurnal ilmiah yang berkaitan dengan pokok permasalahan, pembacaan data dengan pemikiran para ahli dengan pendekatan konstruktif dan interpretasi pada isi pokok. Temuan Utama: Karakter dikembangkan melalui tahap pengetahuan, menuju pembiasaan. Dimana karakter tidak hanya pada pengetahuan saja, seseorang yang memiliki pengetahuan tentang kebaikan belum tentu mampu bertindak sesuai dengan pengetahuannya. Maka jika jika terlatih untuk melakukan kebaikan tersebut, karakter tidak sebatas pengetahuan, karakter lebih dalam lagi menjangkau wilayah emosi dan kebiasaan diri. Al-Qur’an sebagai rujukan Akhlak. Dimana Al-Qur’an berfungsi menyampaikan risalah hidayah untuk menata sikap dan prilaku yang harus dilakukan manusia serta dimana model pendidikan karakter berbasis al-qur’an yang mana telah dijelaskan di bab sebelumnya maka perlu pemahaman kembali dan di sinkronkan agar lebih paham. Keterbaruan/Keaslian dari Penelitian: Orisinalitas penelitian ini terletak pada fokusnya untuk menggali potensi pendidikan karakter dalam pendidikan Islam dan signifikansinya dalam konteks kekinian. Meskipun ada banyak penelitian tentang pendidikan karakter dan pendidikan Islam secara terpisah, namun penelitian yang secara sistematis mengeksplorasi integrasi kedua bidang ini dalam konteks kontemporer sangat terbatas.