Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PROSEDUR PENANGANAN IMPOR FISH MEAL ANALOG SECARA FULL CONTAINER LOAD PADA CV DUA PUTERA Sri Dweni Astuti; Abraham Gunawan
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 11: Juni 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penangan Infor fish meal analog perlu penanganan yang baik tetapi masih ada masalah antara lain: Terlambatnya agent luar negeri dalam mengirimkan dokumen impor, Barang mengalami permasalahan di Bea Cukai karena terkena jalur. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui prosedur penanganan impor fish meal analog secara FCL 2) Untuk mengetahui dokumen apa saja yang di gunakan dalam penanganan impor fish meal analog secara FCL 3) Untuk mengetahui adakah hambatan dalam penanganan impor fish meal analog secara FCL. Penelitian ini dilaksanakan pada Cv Dua Putera dari bulan Maret 2021 sampai bulan Mei 2021. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif Deskriptif. Teknik pengumpulan data : Observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dilakukan analisi, reduksi data, penyajian  data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini, yaitu : 1) Prosedur penanganan impor fish meal analog secara FCl, yaitu langkah awal yang dilakukan adalah menerima email dari shipper negara asal, permintaan data barang kepada, negosiasi tarif jasa, penerimaan dokumen dan pengoreksian, membuat draft PIB, jika kapal sudah tiba pihak PPJK mengirim PIB ke Bea Cukai, pembuatan SPPB, proses customs clearance, pengambilan D/O. 2) Dokumen yang digunakan dalam penanganan impor fish meal analog secara FCL yaitu, commercial invoice, packing list, PIB, certificate of analysis, D/O, notice of arrival,SPPB, surat keterangan bebas biaya masuk, test report, COO, catch certificate,asuransi, health certificate, surat terima dokumen, Surat persetujuan pengeluaran media pembawa dari pemasukan (KID-07), lift of. 3) Hambatan yang terjadi saat penanganan impor fish meal analog secara FCL, yaitu Kesalahan informasi yang diberikan ketika kapal sudah sandar tapi faktanya kapal tersebut belum sandar di pelabuhan, terdapat keterlambatan dokumen dan kesalahan pada dokumen seperti alamat perusahaan serta terdapat jumlah barang yang beda dengan dokumen yang telah dibuat Kata Kunci : Impor Fish meal, Prosedur, CV Dua Putera  
PROSEDUR PENANGANAN IMPOR FISH MEAL ANALOG SECARA FULL CONTAINER LOAD PADA CV DUA PUTERA Sri Dweni Astuti; Abraham Gunawan
MUARA Vol 5, No 2 (2022): Muara
Publisher : Akademi Pelayaran Nasional Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62826/muara.v5i2.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur penanganan impor fish meal analog secara FCL pada CV Dua Putera, dokumen-dokumen yang dibutuhkan dan kendala yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan informan dari SDM CV Dua Putera. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian adalah CV Dua Putera menggunakan FCL sebagai prosedur penanganan impor fish meal analog.  Dokumen yang digunakan dalam penanganan impor fish meal analog secara FCL. Dokumen-dokumen yang dibutuhkan meliputi commercial invoice, packing list, PIB, certificate of analysis, D/O, notice of arrival, SPPB, surat keterangan bebas biaya masuk, test report, COO, catch certificate, asuransi, health certificate, surat terima dokumen, surat persetujuan pengeluaran media pembawa dari pemasukan (KID-07), dan lift of. Kendala yang dihadapi adalah kesalahan informasi, keterlambatan dokumen, dan kesalahan dokumen serta jumlah barang tidak sesuai dengan dokumen. Kata kunci: prosedur impor, full container load
PENGGUNAAN APLIKASI EXCEL DALAM PENGISIAN FORM PLANNED MAINTENANCE SYSTEM PADA KAPAL TUGBOAT DI PT ARPENI PRATAMA OCEAN LINE TBK Sri dweni Astuti; Latifah husna Apriliawati
MUARA Vol 3, No 2 (2020): MUARA
Publisher : Akademi Pelayaran Nasional Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62826/muara.v3i2.35

Abstract

Plan Maintenance System merupakan manajemen keselamatan yang digunakan pada mesin kapal tugboat dan harus di kirimkan oleh crew kapal. Permasalahan yang terjadi kurangnya koordinasi antara head officer dengan crew kapal, rumitnya pengisian form PMS, pengisian Form PMS tidak rutin. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui cara membuat form PMS (Plan Maintenance System) kapal tugboat 2). Untuk mengetahui penggunaan aplikasi Excel di perusahaan PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. 3) Untuk mengetahui pengisian form PMS (Plan Maintenance System) dan upaya yang dilakukan agar laporan rutin kapal tugboat bisa berjalan dengan baik.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. Teknik Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan informan adalah Manager Brown Water, Karyawan Departemen Teknik dan Karyawan Departemen HSEQ. Data yang telah terkumpul selanjutnya direduksi, diperifikasi dan barulah disajikan.Hasil penelitian: 1) Proses pembuatan form PMS (Plan Maintenance System) dengan aplikasi Excel dengan cara: menentukan data yang perlu di lakukan pemeliharaan, menentukan interval perawatan, memberikan pilihan jawaban dalam kolom jawaban, dan di sediakan kolom remaks, 2). Langkah langkah penggunaan aplikasi Excel pertama membuka dokumen Microsoft Excel, kemudian isi data yang di butuhkan di PMS (Plan Maintenance System), Blok atau tandai semua baris dan kolom yang terdapat data di dalamnya. Pasang automatic answer atau dengan menggunakan daftar pilihan untuk mengerjaan form PMS (plan Maintenance System), Kemudian berilah warna pada tabel Form PMS (Plan Maintenance System) yang sesuai agar menarik dan mudah untuk di lihat, 3) Upaya yang dilakukan agar laporan rutin PMS (Plan Maintenance System) kapal tugboat bisa berjalan dengan baik yaitu: (a). HO (Head Officer) mengadakan kordinasi agar dapat mengambil keputusan yang tepat dan benar, (b). Form dibuat sederhana sehingga crew kapal tidak kesulitan mengerjakanya
Tingkat Literasi Ekonomi Digital di Kalangan Mahasiswa: Tantangan dan Strategi Pendidikan Fitria Marisya; Sri Dweni Astuti; Rolia Wahasusmiah; Sinta Bella Agustina
OPTIMAL Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/optimal.v5i1.5718

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes in the economic world, requiring students to have an adequate level of digital economy literacy to face the challenges of the digitalization era. However, there is still a gap in students' understanding of the digital economy, especially in the aspects of digital investment, cybersecurity, and financial risk management. This research aims to (1) measure the level of digital economic literacy of students, (2) identify inhibiting factors that affect their understanding, and (3) develop educational strategies that can effectively increase digital economy literacy. This study uses a qualitative approach with survey methods and in-depth interviews of Prasetiya Mandiri Polytechnic students from the D4 Department of International Business Administration and D3 Travel Business, which were selected through purposive sampling techniques. The research instruments are in the form of questionnaires to measure the level of digital economy literacy and in-depth interviews to explore inhibiting factors and effective learning strategies. The data was analyzed using descriptive statistics to understand student understanding patterns and thematic analysis to identify challenges and strategies that could be applied. The results show that the majority of students are familiar with digital transactions and fintech, but still have a limited understanding of digital investments, data security, and financial risks in the digital world. The main inhibiting factors include a lack of formal education in the university curriculum, limited access to credible information, and low awareness of digital risks. To improve digital economy literacy, this study recommends technology-based education strategies and experiential learning, including the integration of the digital economy in the cross-department curriculum, fintech simulation-based training, and collaboration with the digital finance industry to provide hands-on experience to students. This research contributes to the development of a more applicable and technology-based digital economy education model. The implications of this study affirm the importance of curriculum reform and interactive learning approaches in increasing students' readiness to face the challenges of the digital economy in the future.