Rima Febriani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Exploring Indonesia’s Artisanal Fashion Potential: A Case Study of Meraki Studios Subtitle Nursari, Faradillah; Rima Febriani; Widia Nur Utami
JURNAL RUPA Vol 8 No 2 (2023): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v8i2.6909

Abstract

As a country rich in natural and human resources, Indonesia has the potential to develop artisanal fashion. Hand skills and mastery of traditional techniques originating from various local wisdom in Indonesia are some supporting factors for developing local artisan products. Since ancient times, people in Indonesia have used production aspects involving artisan hand skills to make functional, commercial, and non-commercial products. Artisanal fashion is considered by many as a sustainable approach in the fashion industry due to its ethical and low environmental impact. However, the study of artisan fashion products has not been widely discussed in the academic realm. This study focuses on understanding artisan fashion products through local fashion brand Meraki Studios case studies. The approach used in this research is descriptive qualitative, which is done by collecting data through observations, interviews, and literature studies regarding the meaning of artisanal fashion, the practice of artisanal fashion, and how Meraki Studios' practice in artisanal fashion is applied in their design and production process.
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI WORKSHOP PLAY-BASED LEARNING DAN PERANCANGAN PRODUK KRIYA KREATIF UNTUK MENDUKUNG RENCANA PENGEMBANGAN UNIT USAHA SEKOLAH Widia Nur Utami B; Rima Febriani; Faradillah Nursani
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7091

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia. Pendidikan anak usia dini yang dimulai dari usia 0-6 tahun, merupakan fase Pendidikan yang paling penting sebagai dasar untuk fase Pendikan selanjutnya. Salah satu aspek penting dalam Pendidikan usia dini adalah berkembangnya kemampuan motorik halus yaitu perkembangan gerak yang meliputi otot kecil dengan koordinasi mata-tangan, yang umumnya terjadi lebih lamban dari perkembangan motorik kasar. Pentingnya melatih kemampuan motorik halus sangat disadari oleh TK Islam Cendekia Gemilang. Namun, para staff guru pengajar membutuhkan varian kegiatan baru untuk melatih kemampuan motorik halus selain kegiatan menggambar. Melalui pendampingan ini, tim pengabdian masyarakat Telkom University akan melakukan workshop wet on wet painting dengan metode play-based leraning yang sesuai dengan tahapan usia dini. Kegiatan ini akan menerapkan lima area permainan yaitu Creative Play, Dramatic Play, Exploratory Play, Manipulative Play, dan Sensory Play. Hasil dari pendampingan ini berupa gambar yang kemudian akan dicetak pada transfer paper dan dicetak ke atas produk kaos, yang rencananya akan digunakan saat kegiatan perpisahan siswa/I. Dengan diterapkannya gambar masing-masing siswa/I pada kaos tersebut, diharapkan dapat membuat rasa kepemilikan yang tinggi sehingga para siswa/I dapat menjaga produknya dengan baik. Gambar anak yang khas juga dapat menjadi pemanis produk tersebut. Selain itu, kemudahan dan keterampilan mengaplikasikan transfer paper diharapkan dapat dikuasi oleh para staff guru pengajar guna membantu rencana pengembangan produk kreatif unit usaha sekolah di kemudian hari.
PENGEMBANGAN PEMASARAN STARTUP PENDIDIKAN BINAR CALISTUNG MELALUI PELATIHAN BISNIS MODEL CANVAS DAN PERENCANAAN PEMBUATAN KONTEN KREATIF Rima Febriani; Widia Nur Utami; Fajar Ciptandi
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7136

Abstract

Kepedulian orang tua untuk mendukung semangat belajar anak semakin tinggi selepas pandemi Covid-19 terjadi, banyak orang tua akhirnya sadar bahwa tanggung jawab pendidikan anak ada pada diri mereka bukan sepenuhnya ada di sekolah. Oleh karena itu, pola pikir orang tua yang memiliki anak usia dini saat ini sudah berubah, mereka juga dirasa harus paham bagaimana cara mengajarkan anak di rumah atau ketika berada di luar sekolah. StartUp pendidikan Binar Calistung hadir sebagai solusi keresahan orang tua saat ini. StartUp pendidikan Binar Calistung merupakan StartUp pada bidang pendidikan yang saat ini sedang berkembang dalam upaya membantu orang tua anak usia dini dalam mempersiapkan anak-anak untuk siap membaca dan berhitung. Pada tahun 2022 lalu, Tim Abdimas Kolaborasi Internal yang terdiri dari dari Fakultas Industri Kreatif dan Fakultas Rekayasa Industri telah melakukan kegiatan penyempurnaan rancangan craft kit dan menganalisa peluang pengembangan pemasaran digital untuk StartUp pendidikan Binar Calistung. Penyempurnaan craft kit yang dilakukan memiliki dampak yang cukup signifikan dalam proses berjalannya bisnis StartUp pendidikan Binar Calistung saat itu, namun pendampingan dalam hal pengembangan bisnis khususnya pada pemasaran digital belum sempat dilakukan. Pendiri dari StartUp pendidikan Binar Calistung tidak memiliki background dalam hal bisnis, melalui hal tersebut StartUp pendidikan Binar Calistung membutuhkan dukungan lanjutan dari pihak akademisi ataupun praktisi dalam bidang bisnis guna mencapai target roadmap bisnisnya tahun 2024 tetap berjalan, yaitu optimalisasi digital marketing. Secara umum solusi dan tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini terbagi ke dalam tiga tahap pelatihan yang berfokus pada pengembangan pemasaran melalui pemetaan bisnis model canvas dan branding, yaitu: (1) Tahap 1: Analisa kebutuhan pengembangan (2) Tahap 2: Pelatihan Bisnis Model Canvas dan Pendampingan Penyusunan Konten Kreatif (3) Tahap 3 : Melakukan uji coba dan evaluasi. Luaran yang diharapkan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya optimalisasi pemasaran digital dan branding melalui perencanaan bisnis yang lebih baik.