Alquran menegaskan, salah satu hal yang membedakan antara orang Islam dengan non-Islam adalah kepercayaan mereka terhadap Rasul Allah. Secara khusus, nabi Muhammad menjadi teladan yang sempurna bagi umatnya, namun pada umumnya para Rasul Allah menjadi panutan bagi umat manusia. Oleh karena itu, pendidikan yang berdasarkan Alquran –khususnya berkaitan dengan sejarah para Rasul– dipandang sebagai pendidikan yang sempurna, baik dari segi penerapan maupun keberlakuannya dalam kehidupan sosial. Kisah nabi Musa, salah satu Rasul Ulul Azmi, merupakan kisah yang paling sering diulang dalam Alquran dengan berbagai redaksinya. Alquran mengkisahkan sejarah nabi Musa dengan dengan sangat rinci mulai kelahiran sampai wafatnya, serta berbagai dinamika perjalanan hidup yang beliau lalui. Dengan sejarah kehidupan nabi Musa yang panjang, tulisan ini hanya membahas point kecil berkaitan dengan nilai-nilai yang dapat dipetik oleh seorang guru (pendidik). Profesi guru merupakan suatu pekerjaan yang menuntut keahlian, komitmen, dan ketrampilan guna menjalankan tugasnya sebagai pendidik, pembinmbing, pelatih, dan pengajar. Dari kisah nabi Musa, dapat disempulkan beberapa hal yang menjadi tanggungjawab guru, antara lain: profesi guru merupakan sebagai ibadah, guru harus memiliki dan memperkaya Ilmu yang diajarkan, menyampaikan ilmu dengan ikhlas, kapasitas sebagai pendidik/pengajar, menentukan target sebelum pelaksanaan, menepati janji (kedisiplinan), kasih-sayang terhadap murid, nasehat dan Peringatan, serta Reward dan Punishment. Meski ayat-ayat Alquran menceritakan kisah perjalanan nabi Musa yang hidup lebih dari tiga ribu tahun lalu, namun kisah-kisah tersebut dapat dijadikan pelajaran sampai zaman sekarang.