Behavior that reasoned deceitfulness often occurs in today's leadership, using unconventional ways to rise and replace previous leadership positions. In the theological study of 2 Samuel 15: 1-12, there is a historical story about how a king's son wanted to coup his parents' leadership deceitfully, namely the black campaign. Using descriptive qualitative methods, it can be concluded that Christian leadership should answer the problem of leadership regeneration. So actions in the name of power, personal and group interests, with black campaigning behavior are not free to take advantage. Therefore, descriptive black campaigning in the frame of the Bible is a severe lesson regarding honesty and integrity of leadership, as well as being chivalrous to accept leadership calls naturally and based on the Bible. Christian leadership needs to see and study the historical story of Abslom's rebellion using the desire to rule over the kingdom with black campaign intrigue, which can be witnessed in 2 Samuel 15: 1-12. To bring out the value and essence of Christian leadership as a dedicated responsibility to be actualized. Therefore, Christian leadership reflects Absalom's leadership Against black campaigning as a theological study of equipping believers and Christian leadership to live righteously for this world. AbstrakPerilaku yang bernalar keculasan sering terjadi dalam kepemimpinan dewasa ini, yaitu mengguna-kan cara yang tak lazim untuk naik dan mengantikan posisi kepemipinan terdahulunya. Dalam Kajian teologis 2 Samuel 15: 1-12 dinyatakan ada kisah historis bagaimana seorang anak raja yang ingin mengkudeta kepemimpinan orang tuanya dengan cara yang culas yaitu black campaign. Meng-gunakan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan Kristen seha-rusnya menjadi jawaban bagi persoalan regenerasi kepemimpinan. Supaya tindakan yang menga-tasnamakan kekuasaan baik kepentingan pribadi maupun golongan dengan tindakan prilaku black campaign tidak leluasa mengambil keuntungan. Oleh karena itu deskritif black campaign dalam bingkai Alkitab menjadi pembelajaran yang serius terkait kejujuran dan integritas kepemimpinan bersikap kesatria untuk menerima panggilan kepemimpinan secara natural dan berdasarkan Alki-tab. Kepemimpinan Kristen perlu melihat dan mempelajari historis kisah pemberontakan Absalom mengunakan keinginan menguasai kerajaan dengan intrik black campaign yang dapat disaksikan dalam 2 Samuel 15: 1-12. Sehingga memunculkan nilai dan hakikat kepemimpinan Kristen, sebagai tanggung jawab yang berdedikasi untuk diaktualisasikan. Oleh karena itu kepemipinan Kristen dari reflektif kepemimpinan Absalom terhadap black campaign sebagai sebuah kajian teologis memper-lengkapi orang percaya dan kepemimpinan Kristen untuk bersikap hidup benar bagi dunia ini.