Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

LEMYAL DALAM KEKERABATAN MASYARAKAT LETWURUNG Fransina Matakena
Pattimura Proceeding 2020: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KELAUTAN DAN PERIKANAN 2019
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2020.SNPK19.41-50

Abstract

Secara umum, orang mengenal budaya Kalwedo di wilayah Maluku Barat Daya, yang memiliki makna sebagai salam persaudaraan, kekeluargaan dan kekerabatan. Budaya musuh diyakini memiliki makna yang sangat dalam karena mengandung makna yang dirasakan dari hati nurani. Kata Lemyal memiliki makna yang baik ketika mereka mengucapkannya dengan gembira, makna yang aman tanpa gangguan dari mana pun, dengan mengatakan Lemyal berarti memberikan perasaan yang sama dalam menerima salam ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui budaya lemyal dalam kehidupan masyarakat Letwurung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan fenomenologi. pendekatan dengan melihat kenyataan yang terjadi di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berbeda dalam karakter dan perilaku mengakui makna Lemyal dengan baik dalam kehidupan sehari-hari mereka baik dalam ritual tradisional maupun pada acara dan kebiasaan formal lainnya yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari melalui hubungan kekerabatan yang telah lama ada
PENGEMBANGAN MASYARAKAT DALAM KEHIDUPAN SOSIAL DI HATUSUA Fransina Matakena
BAKIRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): BAKIRA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/bakira.2021.2.2.75-78

Abstract

Communication in public life is needed by everyone to realize a good life with all the goals of life. Good interaction is needed by all levels of society to be able to carry out the process of adaptation to the environment in which humans are located. The success of tourism development in a place requires a good balance between various aspects of life, both economic, environmental and socio-cultural aspects. The method in this service is to provide material and understanding to people who have businesses in the Hatusua Beach area, Kairatu sub-district, Central Maluku district in interpreting the process of good interaction in society. The result of this activity is that the community has good insight in developing business through interactions that have a positive impact, thus giving a good impression for visitors to visit again with excellent service through communication and interaction so as to produce a better social life.
Kosmologi Negeri dan Resiliensi Sosial Masyarakat Pulau: Upaya Pengelolaan Konflik dan Damai Keberlanjutan Fransina Matakena; Tonny Donald Pariela; Yurnie Darakay
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v13i1.74987

Abstract

Artikel ini membahas tentang konflik sosial yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama di Pulau Saparua, Maluku, yang disebabkan oleh kecemburuan sosial, persaingan hak kepemilikan tanah, dan konflik antara generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan cosmologi negeri masyarakat pulau sebagai bentuk resiliensi sosial dalam upaya pengelolaan konflik dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian dilakukan di Negeri Haria dan Negeri Porto, dengan fokus pada konflik antara keduanya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Sebanyak 15 informan, termasuk Raja Negeri, Saniri, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, dan Tokoh Agama dari kedua negeri, terlibat dalam penelitian ini karena peran langsung mereka dalam konflik dan proses penyelesaiannya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kosmologi negeri menjadi landasan nilai sosial yang mendalam dalam masyarakat Pulau Saparua. Nilai ini tercermin dalam upaya penyelesaian konflik melalui tugu perdamaian, ritual agama, dan kebudayaan. Kosmologi negeri juga berfungsi sebagai resiliensi sosial, memainkan peran penting dalam pengelolaan konflik dan pembangunan berkelanjutan di Pulau Saparua, khususnya di Negeri Haria dan Negeri Porto. Artikel ini memberikan kontribusi pemahaman baru tentang bagaimana nilai-nilai lokal dapat menjadi landasan penting dalam memahami dan mengatasi konflik sosial untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.