Cumi-cumi merupakan satu diantara anggota seafood yang digemari banyak orang. Namun tidak banyak yang menyukai tinta cumi. Banyak yang menganggap tinta cumi-cumi adalah limbah yang harus dibuang jika ingin memasak cumi-cumi. Tinta cumi mengandung melanin, protein, lemak, glikosaminoglikan, dan asam amino esensial berupa lisin, leusin, arganin, dan fenilalanin. Melanin pada tinta cumi juga berfungsi sebagai antioksidan, anti radiasi, dan antirotavirus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dalam pembuatan selai tinta cumi dan kuantitatif dengan teknik analisis data statistic deskriptif dalam menentukan kepuasan responden terhadap hasil selai tinta cumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap uji organoleptic selai tinta cumi (Loligo Sp) untuk kesehatan tubuh. Sampel pada penelitian ini adalah 30 orang yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Alat pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Uji validitas kuesioner menunjukkan keseluruhan pernyataan valid, dengan reabilitas cronbach’s alpha 0.693. Proses pembuatan selai tinta cumi menggunakan proses pembuatan selai srikaya dengan modifikasi penambahan tinta cumi dan kayu manis. Hasil uji organoleptic Sebagian besar menyukai produk selai tinta cumi dari segi rasa, aroma, warna, tekstur, kekentalan, dan daya oles selai. selai pada lemari es bertahan selama 20 hari, sedangkan pada suhu ruang bertahan selama 8 hari. Selai tinta cumi dapat dijadikan makanan alternatif untuk kesehatan tubuh, karena mengandung melanin sebagai anti tumor dan antioksidan. Meskipun berwarna hitam, selai tinta cumi memiliki rasa yang manis dan beraroma kelapa sehingga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.