p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Biologi Udayana
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diversity of fruit flies (Bactrocera spp.) in West Sumbawa Ika Rusmawati; Galuh Tresnani; I Wayan Suana
Jurnal Biologi Udayana Vol 27 No 1 (2023): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2023.v27.i01.p12

Abstract

Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa Barat merupakan salah satu pintu masuk perdagangan komoditas hortikultura antarpulau yang berpotensi menjadi media penyebaran lalat buah dari suatu wilayah ke wilayah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman lalat buah di Sumbawa Barat dan buah-buahan yang menjadi inangnya, serta membahas kemungkinan masuknya lalat buah ke Sumbawa Barat melalui perdagangan komoditas hortikultura antarpulau. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive random sampling. Lalat buah dikoleksi dengan perangkap (trapping) dan pemeliharaan inang (host rearing). Hasil penelitian menemukan 14 spesies lalat buah Bactrocera spp. dengan indeks keanekaragaman (H’) 1,44 (kategori sedang), indeks dominansi (D) 3,19 (kategori tinggi), indeks kemerataan (E) 0,54 (kategori sedang). B. dorsalis dan B. carambolae merupakan spesies yang mendominasi serta memiliki kisaran inang yang luas. Tanaman yang menjadi inang lalat buah sebagian besar merupakan buah komersial yang terdiri dari 12 spesies buah-buahan. Tidak ditemukan bukti yang kuat untuk menyatakan bahwa selama 10 tahun terakhir terjadi penambahan spesies lalat buah di Sumbawa Barat akibat adanya lalu lintas perdagangan buah antarpulau.
Analisis daya dukung ekowisata birdwatching di Taman Wisata Alam Gunung Tunak, Lombok, Nusa Tenggara Barat Sastia Sulastri; Baiq Farista; I Wayan Suana
Jurnal Biologi Udayana Vol 27 No 2 (2023): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2023.v27.i02.p02

Abstract

Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak merupakan kawasan konservasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat yang digunakan untuk kegiatan wisata alam dan rekreasi. TWA Gunung Tunak memiliki keanekaragaman spesies burung yang tinggi, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan menjadi ekowisata birdwatching. Kegiatan ekowisata dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan jika jumlah wisatawan melampaui daya dukung wisata. Perencanaan wisata yang tidak memperhatikan daya dukung cepat atau lambat akan menurunkan kualitas lingkungan dan kerusakan secara ekologis, sehingga mempengaruhi keberadaan burung dan kehidupan liar lainnya di lokasi tersebut. Perhitungan daya dukung perlu dilakukan untuk melindungi fungsi konservasi TWA Gunung Tunak dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung ekowisata birdwatching berdasarkan aspek biofisik dan manajemen pengelolaan di TWA Gunung Tunak. Metode penilaian daya dukung wisata dilakukan melalui tiga tahap yaitu Physical Carrying Capacity (PCC), Real Carrying Capacity (RCC) dan Effective Carrying Capacity (ECC). Aspek biofisik yang dipertimbangkan dalam penelitian ini adalah breeding session (musim berbiak) burung, curah hujan, kelerengan, dan sensitivitas tanah terhadap longsor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PCC jalur pengamatan Menuju Pintu Masuk (MPM) sebesar 2.527 pengunjung/hari, dan jalur pengamatan Menuju Pantai Teluk Ujung (MPTU) sebesar 1.408 pengunjung/per hari. RCC jalur pengamatan MPM sebesar 245 pengunjung/hari dan jalur MPTU sebesar 315 pengunjung/hari. ECC dengan memperhatikan aspek fisik, ekologi dan manajemen pada jalur pengamatan MPM sebesar 178 pengunjung/hari dan jalur MPTU sebesar 229 pengunjung/hari. Berdasar pada nilai ECC, maka pengembangan ekowisata birdwatching di TWA Gunung Tunak pada masa mendatang dapat dioptimalkan sebesar 84,38% (162 pengunjung/hari atau 4.860 pengunjung/bulan) untuk jalur MPM dan 93,01% untuk jalur MPTU (213 pengunjung/hari atau 6.390 pengunjung/bulan).