The purpose of this study was to determine the internal control analysis of receivables to minimize the risk of bad debts at pt x. The method used is qualitative research. The population in this study is data on uncollectible accounts of PT. X for the 3 year period 2020-2022. The analysis model in this study uses an analytic descriptive strategy. Data testing was carried out by means of observation and interviews. The conclusion from the results of this study is that the increase in the number of customers and non-performing loans in 2020, 2021 and 2022 shows that PT X has not been effective in identifying customer needs and ensuring compliance, the internal control system for PT X's customer receivables has not been effective as evidenced by the absence of controls , supervision or monitoring, and risk assessment but familiarity and communication with elements of PT X's control environment is sufficient, both internal and external variables have a role in the occurrence of bad credit. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis pengendalian intern piutang untuk meminimalkan resiko piutang tak tertagih pada pt x. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah data piutang tak tertagih PT. X selama 3 tahun periode 2020-2022, Model analisis dalam penelitian ini memakai strategi deskriptif analitik. Pengujian data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah peningkatan jumlah nasabah dan kredit bermasalah pada tahun 2020, 2021, dan 2022 memperlihatkan bahwasanya PT X belum efektif dalam mengidentifikasi kebutuhan nasabah dan memastikan kepatuhan, belum efektifnya penerapan sistem pengendalian intern piutang pelanggan PT X yang dibuktikan dengan tidak adanya pengendalian, pengawasan ataupun pemantauan, dan penilaian risiko tapi keakraban dan komunikasi dengan elemen lingkungan kontrol PT X sudah cukup, baik variabel internal maupun eksternal punya peran dalam terjadinya kredit macet.