Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Utilization of Empty Oil Palm Bunch as an Alternative of Organic Fertilizer at PTPN III Labuhanbatu Selatan Yuli Atfrikahani Harahap; Khairunnisa Hasibuan; Wirdah Sufazein Dalimunthe; Abdurrozzaq Hasibuan
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 2 No. 7 (2023): July, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v2i7.4922

Abstract

The development of the area of ​​oil palm plantations in Indonesia is increasing every year. So many empty palm fruit bunches produced from palm oil mills. Oil Palm Empty Bunches (EFB) is a type of solid waste that is mainly produced by palm oil mills. Empty palm kernels, e.g. Materials with a high water content are only processed in the palm oil industry due to the high cost and inefficiency of transporting and disposing of them. The purpose of this article is to discuss the use of empty fruit or palm fronds as an alternative to organic fertilizer at PTPN III Labulasel from previous research. In writing this article, the research article literature search method was used in the Google Scholar database. The criteria for the selected articles are articles published in national magazines in 2018-2023. Library research was carried out by comparing research methods, processing and results of each article. Based on the results of a literature search, it is known that empty bunches or fronds of PTPN III Labusel's oil palm can be used as an alternative organic fertilizer that can be used as plant fertilizer, especially for the oil palm plant itself, and this avoids the accumulation of dirt.
Gambaran Dampak Buangan Limbah Cair Industri terhadap Pencemaran Lingkungan yang dapat Mempengaruhi Kesehatan Masyarakat Abdurrozzaq Hasibuan; Aisyah Fadila; Priscilla Wulandari; Shiva Anisa Zahragina Gurky
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan buangan limbah cair dari aktivitas industri yang melebihi batas baku mutu dapat menimbulkan berbagi macam masalah salah satu nya masalah lingkungan yang tercemar. Lingkungan yang tercemar dapat menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari pembuangan limbah cair yang tidak dikelola dengan baik Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi pustaka. Aktivitas industri pembuangan limbah cair yang terdapat di Indonesia masih belum baik karna terdapat beberapa industri yang masih melebihi batas baku mutu yang telah ditetapkan. Industri tekstil, kerta, dan industri rumahan masih menyebabkan pencemaran lingkungan yaitu salah satunya menurunnya kualitas air yang di pakai dimasyarakat dan menyebabkan timbulnya suatu masalah kesehatan. limbah cari dari hasil kegiatan industri yang dalam pengelolaan melebihi baku mutu dapat menyebabkan terjadinya pencamaran lingkungan. Dimana pencemaran yang terjadi dapat menyebabkan timbulnya berbagai masalah lingkungan yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
ANALISIS PERILAKU, KETERSEDIAAN DAN PENGAWASAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI PERUSAHAAN MEUBEL X Nasrulzaman Nasrulzaman; Abdurrozzaq Hasibuan
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 2 (2018): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah kecelakaan kerja dari tahun ke tahun terus meningkat jumlah dan kualitasnya, penyebab kecelakaan kerja juga terus bertambah sehubungan dengan kemajuan pembangunan.Perlindungan pada tenaga kerja salah satunya dapat dilakukan melalui pemberian dan penggunaan APD di tempat kerja. Penelitian bersifat deskiptif dengan desain Cross Sectional di Perusahaan Meubel. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pekerja yang ada di Perusahaan Meubel X sebanyak 32 orang. Penggunaan APD dilihat dari faktor pengetahuan, sikap, ketersediaan APD dan pengawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59,9% responden menggunakan alat pelindung diri pada saat bekerja dan 40,6% tidak menggunakan APD. Pengetahuan pekerja 53,1% dikategorikan baik namun 46,9% pengguna alat pelindung diri pengetahuan baik tersebut hanya 63,2% yang menggunakan APD. Sikap pekerja 50% dikategorikan positif dan 50% negatif. Pekerja yang bersikap positif tersebut sejumlah 53,6% nya tidak menggunakan APD. Alat pelindung diri yang tersedia 53,1% dikategorikan sesuai dan 46,1% tidak sesuai.Pekerja yang menyatakan APD sesuai sejumlah 53,8% tidak menggunakan APD. Sejumlah 59,4% pengawasan dikategorikan kurang dan 40.6% baik. Pekerja yang menyatakan pengawasan baik 63,2% diantaranya menggunakan APD sedangkan responden yang menyatakan pengawasan kurang 91,7% tidak menggunakan APD.