Herlina Herlina
Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Teknik Marmet Terhadap Kelancaran ASI Pada Ibu Postpartum di RSUD Pambalah Batung Amuntai Herlina Herlina; Novalia Widiya Ningrum; Esti Yuandari
Health Research Journal of Indonesia Vol 1 No 5 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pemberian ASI eksklusif diberikan selama 6 bulan tanpa memberikan makanan atau minuman tambahan kepada bayi sejak lahir. Pemberian ASI selama 6 bulan sudah dibuktikan secara ilmiah dapat memenuhi kebutuhan nutrisi pada bayi. Hambatan sering karena ASI yang belum keluar dan kurangnya produksi ASI karena kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin yang berperan dalam kelancaran produksi ASI. Pijat marmet berperan dalam kelancaran produksi ASI, sehingga reflek keluarnya ASI menjadi optimal. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik marmet terhadap kelancaran ASI pada ibu postpartum. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif metode eksperimen tipe posttest only design. Sampel adalah ibu postpartum berjumlah 20 orang, diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan teknik marmet dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji One Sample t-test. Hasil: Hasil penelitian ini responden berusia 20-35 tahun 16 orang (80%), jumlah paritas responden multipara 12 orang (60%) responden melahirkan secara sectio caesarea 15 orang (75%). Responden dilakukan teknik marmet (100%). Ada pengaruh teknik marmet terhadap kelancaran ASI pada ibu postpartum dengan nilai p-value (0,017 < 0,05) t = 2,547. Kesimpulan: Simpulan dari penelitian yaitu teknik marmet berpengaruh terhadap kelancaran ASI pada ibu postpartum. Diharapkan bagi ibu postpartum dapat melakukan teknik marmet sebagai cara alternatif untuk memperlancar produksi ASInya.