Fitria Sari
Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Preeklamsia pada Ibu Hamil di RSUD Pambalah Batung Fitria Sari; Novalia Widiya Ningrum; Esti Yuandari
Health Research Journal of Indonesia Vol 1 No 5 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada ibu dan mortalitas pada janin di negara berkembang. Prevalensi preeklampsia di negara maju berkisar 1,3-6% dan di negara berkembang berkisar 1,8-18%. Di Indonesia insiden preeklampsia berkisar 5,3% atau 128.273 pertahun dan juga penyebab kematian pada ibu sebesar 26,9%. Komplikasi preeklampsia pada ibu dapat menyebabkan kematian. Tujuan: Tujuan dari penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSUD Pambalah Batung. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif desain deskriftif anaitilic dengan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil dengan preeklampsia dengan sampel 144 orang. Pengambilan data menggunakan data sekunder. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian terdapat hubungan antara usia (p=0,002), paritas (p=0,000), riwayat hipertensi (p=0,000) dan riwayat preeklampsia (p=0,000) dengan kejadian preeklamsia ibu hamil. Tidak terdapat hubungan obesitas dengan kejadian preeklamsia ibu hamil (p=0,662>0,05). Kesimpulan: Simpulan penelitian terdapat hubungan antara usia, paritas, riwayat hipertensi dan riwayat preeklampsia sebelumnya dengan kejadian preeklamsia ibu hamil dan tidak terdapat hubungan antara obesitas dengan kejadian preeklamsia ibu hamil. Bidan disarankan agar memotivasi ibu hamil untuk pemeriksaan ANC dan pemeriksaan tekanan darah secara rutin, lebih meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada ibu hamil, dan giat memberikan penyuluhan konseling informasi dan edukasi tentang risiko tinggi kehamilan.