Ivan Simeon Halim
STFT Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Kolektif dalam Doa Apokaliptik: Sebuah Kajian Reflektif bagi Kepemimpinan Kristen Ivan Simeon Halim
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 4, No 2: Juni 2023
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55884/thron.v4i2.77

Abstract

Kinds of literature on apocalyptic prayer are difficult to understand in the study of apocalyptic literature. This text is often regarded as an interruption when paying attention to the content, theology, style of language, and continuity with other passages in the apocalyptic books. But those texts can answer Christian leadership problems, which sometimes don't care about the crisis being faced by the people. This study focuses on using the first-person plural pronoun, which indicates the collective representation concept in apocalyptic prayers. The legendary figures who said this apocalyptic prayer have high solidarity towards their nation's struggles and the depth to bear the crisis they face jointly. The methodology used in this research compares apocalyptic prayers in the book of Daniel, 2 Baruch, and 4 Esdras. Therefore, the concept of corporate representative can be a reference for Christian leadership to bear the crisis of the people jointly. AbstrakTeks doa apokaliptik adalah teks yang sulit dipahami dalam studi sastra apokaliptik. Teks ini sering dianggap sebagai interupsi ketika memperhatikan isi, teologi, gaya bahasa, dan kesinambungan dengan bagian-bagian lain dalam kitab apokaliptik. Tetapi teks tersebut juga mampu menjawab permasalahan kepemimpinan Kristen yang terkadang acuh dengan krisis yang sedang dihadapi oleh umat. Studi ini memperhatikan sisi penggunaan kata ganti orang pertama plural yang mengindikasikan adanya unsur representasi kolektif di dalam doa apokaliptik ini. Tokoh-tokoh legendaris yang mengucapkan doa apokaliptik ini tidak hanya memiliki solidaritas yang tinggi terhadap perjuangan yang dihadapi bangsanya, tetapi juga memiliki kedalaman untuk bersama-sama menanggung krisis yang sedang mereka hadapi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan membandingkan teks doa apokaliptik dalam kitab Daniel, 2 Barukh, serta 4 Ezra. Dengan demikian, representasi kolektif ini dapat menjadi acuan bagi kepemimpinan Kristen dalam menanggung krisis bersama-sama dengan umat.