Diyana Wahyuningtiyas
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR RISIKO TERJADINYA ASFIKSIA NEONATORUM PADA BAYI BARU LAHIR Diyana Wahyuningtiyas
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 1 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i1.3200

Abstract

Asfiksia adalah suatu keadaan dimana bayi baru lahir mengalami gagal nafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia merupakan penyebab kematian bayi baru lahir. Dari 120 juta bayi yang dilahirkan, terdapat 3,6 juta bayi (3%) yang mengalami asfiksia, dan hampir 1 juta bayi asfiksia (27,78%) yang meninggal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Asfiksia Neonatorum. Penelitian ini menggunakan metode literature review terhadap 5 artikel yang terbit tahun 2010 sampai dengan tahun 2020 dengan menggunakan strategi komprehensif, seperti pencarian artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian melalui internet, tinjauan ulang artikel.   Data dianalisis dengan univariat dan bivariate dengan metode literatur review dari setiap artikel yang didapatkan. Hasil penelitian diperoleh faktor-faktor yang berhubungan dengan asfiksia yakni: Air ketuban bercampur mekonium, Partus lama, ibu yang mengalami persalinan dengan penyulit, Prematuritas, umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu, BBLR, pendarahan Antepartum, Ketuban pecah dini, Pertolongan persalinan letak sungsang, dan lilitan tali pusat. Kesimpulan dari kajian literatur adalah faktor-faktor tersebut diatas berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum. Deteksi dini melalui perawatan antenatal secara rutin dapat meminimalisir faktor-faktor resiko dan kejadian Asfiksia Neonatorum pada bayi baru lahir