Happy Indah Sari
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN INNOVATIVE CULTURE DAN PSYCHOLOGICAL CAPITAL TERHADAP INNOVATIVE WORK BEHAVIOR PADA PELAKU EKONOMI KREATIF DI DENPASAR Happy Indah Sari; Komang Rahayu Indrawati
PSIKOLOGI KONSELING Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v14i1.48096

Abstract

Inovasi erat kaitannya dengan pekerja karena setiap tahapan inovasi memerlukan berbagai macam perilaku dari pekerja secara individual. Innovative work behavior pada pelaku ekonomi kreatif tentu menjadi penting untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pekerja yang kreatif dan inovatif, mengingat pelaku ekonomi kreatif didorong untuk terus berinovasi. Innovative work behavior dapat dipengaruhi oleh faktor internal yaitu psychological capital dan faktor eksternal yaitu innovative culture. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran psychological capital dan innovative culture terhadap innovative work behavior. Subjek dalam penelitian ini adalah 71 pelaku ekonomi kreatif dari 16 subsektor ekonomi kreatif di Denpasar. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala innovative work behavior, skala psychological capital, dan skala innovative culture. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,813, nilai koefisien determinasi sebesar 0,661, dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel innovative culture sebesar 0,399 dan psychological capital sebesar 0,497. Hasil ini menunjukkan innovative culture dan psychological capital secara bersama-sama berperan meningkatkan innovative work behavior, sehingga innovative culture perlu diterapkan pada usaha ekonomi kreatif dan psychological capital perlu digunakan sebagai sumber daya untuk meningkatkan innovative work behavior pada pelaku ekonomi kreatif di Denpasar