Dindin Solahudin
UIN Sunan Gunung Djati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Moderate Da'wah and National Resilience: A Case Study at MUI Kab. Bandung Dindin Solahudin
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 17, No 1 (2023): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v17i1.25944

Abstract

This study tries to offer constructive preaching to build national resilience by highlighting Islamic moderation (wasaṭiyyatul Islam) through a series of moderate preaching. The method used in this paper is a literature review. Wasaṭiyyatul Islām is an authentic character of Islamic law which reflects i'tidāl (perpendicularity) and istiqāmah (consistency) on aṣ-ṣirāth al-mustaqīm (straight path). Islam is moderate in character as long as it is understood in the corridor of truth. Islam, with its wasaṭiyyah character, should also be preached reasonably. Muqābalah moderation is not radicalism but extremity. Radical da'wah is not a problem as long as istiqāmah is in the corridor of moderation. Preaching radically moderate Islam is certainly not justified. Extreme da'wah undermines Islamic moderation and contradicts Islamic law itself. Islamic moderation necessitates its adherents to practice Islamic law reasonably. Moderate da'wah socializes Islam to be practised by its followers reasonably. Religious moderation is an essential social capital for national resilience
Pengembangan Masyarakat Islam melalui Peran MUI Muhammad Sidqi Amin; Dindin Solahudin; Ratna Dewi
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.423

Abstract

Urgensi pada penelitian ini bermula pada penyebaran hoaks di kalangan pelajar semakin meningkat seiring tingginya penggunaan media digital, sementara kemampuan literasi digital masih rendah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai pengembangan ruhaniah (spiritual) dan mengetahui pengembangan intelektual dan ekonomi masyarakat Sindangsari melalui Peran MUI. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan penafsiran logika yang dihubungkan dengan konteks pengembangan masyarakat. Hasil penelitian ini menunujkan peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam pengembangan masyarakat Islam di Kelurahan Sindangsari mencakup tiga aspek utama: ruhaniah (spiritual), intelektual, dan ekonomi. Dalam aspek spiritual, MUI berperan sebagai penyelamat dan pembimbing masyarakat melalui konsultasi keagamaan dan pembinaan keagamaan berbasis dakwah. Dalam aspek intelektual, MUI bertindak sebagai penyedia sarana pengembangan pengetahuan keislaman, baik melalui pelatihan ulama maupun sosialisasi pentingnya pendidikan Islam. Sedangkan dalam bidang ekonomi, MUI berfungsi sebagai pembebas dengan menggerakkan solidaritas sosial melalui ajaran zakat dan sedekah yang diarahkan untuk penguatan ekonomi umat. Meskipun demikian, peran MUI belum sepenuhnya optimal karena masih terbatas pada aspek sosialisasi dan belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat secara merata, terutama dalam pemanfaatan teknologi dan modernisasi strategi dakwah.