p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Literasiologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN SISWA DARI KELUARGA BROKEN HOME DI SMA NEGERI 8 REJANG LEBONG Sri Astuti; Dinna Hajja; Sumarto
Jurnal Literasiologi Vol 9 No 4 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v9i4.548

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada upaya untuk menganalisa permasalahan siswa dari keluarga broken home dan membantu mengentaskan masalah tersebut melalui layanan bimbingan dan konseling tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana permasalahan siswa dari keluarga yang broken home dan untuk mengetahui bagaimanan layanan bimbingan dan konseling yang dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan siswa dari keluarga yang broken home di SMA Negeri 8 Rejang Lebong. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. dengan metode deskriptif naturalistis. Dengan tehnik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Tehnik analisis data yang digunakan dengan mereduksi data, menyajikan data dan memverifikasinya. Hasil penelitian menunjukan bahwa permasalahan siswa dari keluarga broken home di SMA Negeri 8 Rejang Lebong yaitu: motivasi belajar yang menurun, merasa minder dan malu, timbul kebencian terhadap orang tua, trauma ditinggal atau kehilangan orang terdekat, sering merasa pusing cemas, sakit-sakitan dan sering pingsan di sekolah. Sedangkan layanan bimbingan dan konseling yang dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan siswa dari keluarga yang broken home di SMA Negeri 8 Rejang Lebong yakni dengan melaksanakan konseling kelompok. Adapun perubahan prilaku pasca konseling kelompok yakni siswa mulai semangat mengikuti kegiatan pembelajaran, mulai bergaul dengan teman-teman di dalam kelas dan tidak pernah pingsan lagi di sekolah.
UPAYA GURU PAI DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA PESERTA DIDIK DI SMPIT AN-NIDA LUBUKLINGGAU Awaludin Khoir; Sutarto; Sumarto
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i1.565

Abstract

Sikap atau tingkah laku peserta didik di SMPIT An-Nida Lubuklinggau mecerminkan akhlak yang mulia atau sikap religius. Ditandai dengan peserta didik yang ramah, santun dan beradab. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Upaya Guru PAI dalam menanamkan Nilai- Nilai Moderasi Beragama Peserta Didik di SMPIT An-Nida Lubuklinggau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data penelitian yaitu data primer dan sekunder serta teknik pengumpulan data dengan mengadakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian di SMPIT An-Nida Lubuklinggau. Hasil penelitian menunjukan bahwa : Nilai-nilai moderasi beragama peserta didik di SMPIT An-Nida Lubuklinggau yang ditanamakan adalah 1. I’tidal (Keadilan), 2. Tasamuh (Toleransi), 3. Syuro (Musyawarah), 4. Al-Muwathanah (Cinta Tanah Air) dan 5. Anti Kekerasan. Upaya guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama peserta didik di SMPIT An-Nida tersebut diantarnya adalah 1. Melestarikan budaya sekolah, 2. Mendukung dan mengikuti peraturan sekolah, 3. Aplikasi amal shaleh yang bukan sekedar paham teori, 4. Menjaga perintah agama dan 5. Menjaga hubungan baik terhadap Allah dan hubungan baik terhadap manusia. Pengamalan nilai-nilai moderasi beragama peserta didik dapat di wujudkan dengan: 1.Beribadah kepada Allah swt, seperti melaksanakan ibadah shalat dzhuhur 2. Menjaga akhlakul karimah peserta didik seperti jujur, disiplin, menghargai, menjaga tata krama, menjaga nama baik, dan tidak bermusuhan. 3. Mengikuti peraturan sekolah seperti datang kesekolah tepat waktu, mengikuti kegiatan belajar, aktif mengikuti upacara setiap hari senin sebagai bentuk cinta tanah air.