Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Penggunaan Long Belt Conveyor dalam Memenuhi Target Produktifitas 2000 Ton/Jam Pada Pengiriman Limestone dari Limestone Crusher Vi Ke Silo Batu Gadang PT. Semen Padang Muhammad Yani Al Risqi; Laila Nur Farihah; Wahyudi Zahar
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v9i2.6679

Abstract

PT. Semen Padang menerapkan sistem penambangan terbuka (surface mining) dengan metode quarry pada kegiatan penambangan limestone dan silika. Pada tahapan produksinya, perusahaan ini mengupayakan pemenuhan produktivitas 2000 ton/jam pada long belt conveyor. Di bulan Desember, produksi limestone crusher VI yang ditargetkan adalah 865.000 ton dan hanya tercapai 485.000 ton. Dengan demikian, perlu upaya pemenuhan agar produktivitas conveyor dapat maksimal dan target produksi yang telah ditargetkan tercapai. Pada proposal ini, perhitungan produktivitas belt conveyor, koefisien section area, sudut inklinasi, koefisien kemiringan, dan cross section area dihitung dengan metode Bridgestone. Hasil perhitungan produktivitas aktual dari belt conveyor, belt 6A1J05 tidak memenuhi produktivitas 2000 ton/jam. Faktor-faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya produktivitas dari long belt conveyor adalah gangguan pada limestone crusher VI, gangguan pada jalur long belt conveyor, medan terjal yang dilalui belt jalur 6A1J05, dan pengaruh kadar air pada material limestone. Untuk memenuhi target produktivitas maka perlu ditingkatkan kinerja dari limestone crusher VI, lalu perawatan yang terjadwal pada jalur long belt conveyor, peningkatan kecepatan belt 6AJ105 atau menyeragaman ukuran dari belt conveyor, pengontrolan kandungan air yang terkandung pada limestone yang akan dibawa.
Evaluasi Kinerja Limestone Crusher IIIB Untuk Memenuhi Nilai Overall Equipment Effectiveness 85% Di PT. Semen Padang Muhammad Agri Finalta; Adevia Apriani; Wahyudi Zahar
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v9i2.6678

Abstract

Kegiatan pertambangan bahan galian industri di PT Semen Padang sudah dimulai pada tahun 1910, penambangan dilakukan dengan metode tambang terbuka menggunakan sistem quarry. PT. Semen Padang melakukan penambangan Limestone untuk kebutuhan pembuatan semen. Aktivitas penambangan meliputi gali, muat dan angkut material. Sebelum melakukan pengolahan, limestone yang telah ditambang dilakukan peremukan atau crushing terlebih dahulu menggunakan limestone crusher sebelum dikirim menuju storage. Untuk melakukan crushing PT Semen Padang memiliki 4 unit crushing plant yaitu crusher II, IIIA, IIIB, VI dan memiliki 2 unit mosher yaitu mosher I dan II. Target produksi di crusher IIIB pada bulan Desember 2020 yaitu 377000 ton, namun yang terealisasi hanya 121350 ton, dapat dikatakan target produksi LSC IIIB pada bulan Desember 2020 tidak tercapai. Di PT. Semen Padang dilakukan penghitungan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada LSC IIIB dan alat pendukungnya. Standar OEE dunia adalah 85% dengan standar Availability 90%, standar Performance 95%, dan standar quality 99,9%. OEE pada LSC IIIB pada bulan Desember 2020 belum optimal yaitu 32%, dengan rendahnya nilai performance effieciency menjadi faktor terbesar yang mempengaruhi tidak tercapainya nilai OEE pada LSC IIIB dan alat pendukungnya. Setelah melakukan perhitungan OEE dilakukan analisa six big losses dan didapatkan nilai yang paling mempengaruhi tidak tercapainya target produksi adalah reduced speed losses dan idle and minor stoppage losses yang diakibatkan oleh kurang nya alat loading dan hauling yang melakukan pengumpanan material pada LSC IIIB, maka dibutuhkan penambahan alat loading dan hauling yang awalnya menggunakan 2 Excavator PC400 dan 8 dump truck scania menjadi 5 Excavator PC400 dan 24 dump truck scania agar dapat mencapai kapasitas produksi sebesar 1600 ton/jam. Dengan ini target overall equipment effectiveness sebesar 85% pada LSC IIIB dan alat pendukungnya dapat tercapai.Kata Kunci: crusher, overall equipment effectiveness, pertambangan, prduksi
Analisis Risiko Divisi Pertambangan Tahun 2023 Di PT Semen Baturaja, Tbk Melyana Nurfitri Ramadhoni; Yosa Megasukma; Wahyudi Zahar
Journal PEP Bandung Vol 1 No 2 (2024): Journal Applied Geo-mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v1i2.37

Abstract

PT Semen Baturaja, Tbk adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri semen dan pertambangan batugamping. Sebagai perusahaan BUMN PT Semen Baturaja, Tbk pasti ada risiko bisnis yang berasal dari aspek eksternal maupun internal perusahaannya. Untuk meminimalkan risiko yang ada dan pada pencapaian tujuan perusahaan, PT Semen Baturaja, Tbk menerapkan manajemen risiko khususnya pada Division Mining yang merupakan pemegang IUP OP. Berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, bahwa setiap tenaga kerja berhak atas keselamatan dan kesehatan dalam bekerja sedangkan pada Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2018 dijelaskan bahwa pemegang IUP Eksplorasi dan IUP OP wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan pertambangan. Tujuan dari penelitian yang dilakukan ini yaitu untuk mengidentifikasi risiko dengan sumber risiko, melakukan penilaian terhadap risiko yang mungkin muncul dan melakukan upaya pengendalian terhadap risiko tersebut. Analisis risiko dilakukan dengan mempertimbangkan terhadap tujuan dan sasaran dari division mining sehingga akan didapatkan top ten risk register di division mining. Proses penerapan manajemen risiko division mining menggunakan pendekatan ISO 31000(2018). Pada penelitian ini metode yang digunakan untuk menganalisis risiko yaitu metode RBS dan matrix impact/probability. Hasil identifikasi peristiwa risiko didapatkan 25 risiko yang mencangkup risiko operasional, risiko strategis, dan risiko keuangan. Dari 25 risiko yang termasuk ke dalam risiko dengan level extreme-moderate sebanyak 10 risiko dan 3 peristiwa risiko yang memiliki nilai RPN tertinggi terdapat pada peristiwa risiko R24, R1, dan R2 dengan nilai RPN 25 dan 20. Terdapat 10 usulan mitigasi risiko yang diberikan dan diharapkan dapat meminimalisir dampak/ kemungkinan terjadinya risiko.