Febryola Indra
Fakultas Pariwisata, Pengelolaan Perhotelan, Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ETIKA PROFESI PARIWISATA: PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PROMOSI DESTINASI PARIWISATA Febryola Indra; Cheryl Jocelyn; Felicia Andyny Harijanto; Feronia Aitana Iwantoro
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 4 No 2: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v4i2.2681

Abstract

This article will explain the role of social media in promoting tourism destinations. In the digital era that has become more advanced, social media is considered as an effective factor in expanding the reach of tourism destination promotions. This research is research by collecting secondary data from various existing articles and journals related to the topics discussed. The analytical method used is a qualitative method by taking several other journal data sources to be interpreted in explaining the topic of this article. Then, this article will discuss the code of ethics for using social media correctly, how to promote tourist destinations with ethical social media, and the benefits of using social media as a means of promotion
ETIKA PROFESI DALAM PELAYANAN TERHADAP TAMU HOTEL PENYANDANG DISABILITAS Febryola Indra; Hairen Andjie Liu; Jasmine Patricia Liu; Gladys Naysa Revival Santosa
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 4 No 2: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v4i2.2682

Abstract

Abstrak Bisnis perhotelan merupakan salah satu bentuk jenis usaha jasa yang bertumpu pada pelayanan dan menjadikan kepuasan pelanggannya sebagai orientasi utama. Dalam praktiknya bisnis perhotelan membutuhkan jangkauan yang luas untuk dapat menangkap sebanyak-banyaknya pelanggan dari berbagai latar belakang. tidak menutup kemungkinan bagi pelanggan yang berasal dari kelangan penyandang disabilitas. Hal ini dimaksudkan untuk dapat meningkatkan jumlah okupansi hotel. Namun, konsekuensinya jika orientasi ini diterapkan maka hotel harus menyediakan berbagai fasilitas dan sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan khusus bagi para penyandang disabilitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam usaha menerapkan kode etik dalam pelayanan terhadap tamu penyandang disabilitas maka terlebih dahulu para karyawan diberi bekal pengetahuan guna memahami hal ikhwal disabilitas. Hal ini dibutuhkan untuk memudahkan identifikasi jenis-jenis disabilitas sehingga pelayanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dari tamu.