Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DINAMIKA POLITIK LOKAL PERSPEKTIF KEWILAYAHAN DALAM MENCIPTAKAN PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA “RURAL POLITICS” Very Wahyudi
KOMUNITAS Vol. 14 No. 1 (2023): Islamic Community Development through Practice and Public Policy
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/komunitas.v14i1.7366

Abstract

Rural area didefinisikan sebagai masyarakat pedesaan yang tinggal pada level lokal atau yang dikenal dengan istilah desa. Dinamika kehidupan politik pada level desa menjadi sangat penting untuk dilihat dan dicermati,karena membangun sebuah negara yang mandiri, maju dan menjaga integritas nasional dimulai dari level palng rendah yaitu desa atau masyarakat pedesaan. Maka kesadaran akn pentingnya membangun masyarakat pedesaan berlanjut hingga pemerintahaan saat ini, hal ini ditandai dengan program yang dijalnkan oleh Pemerintah Pusat dengan memberikan dana segar setiap tahunnya kepada desa diseluruh Indonesia. tentunya ini merupakan sebuah indikasi pentingnya membangun masyarakat pada level desa supaya mandiri dan produktifitas semakin tinggi dan akan semakin meningkatkan kesejateraan masyarakat. Desa atau lingkungan pedesaan (rural area) merupakan sebuah komunitas yang selalu dikaitkan dengan kebersahajaan (simplicity), keterbelakangan, tradisionalisme, subsistensi dan keterisolasian.
Peran Politik Perempuan dalam Persfektif Gender Very Wahyudi
Politea : Jurnal Politik Islam Vol. 1 No. 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.909 KB) | DOI: 10.20414/politea.v1i1.813

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data kepustakaan, dan kemudian bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana peran politik perempuan dalam dinamika perpolitikan Indonesia selama ini. Kemudian pembahan berawal dari budaya patriarki yang dominan dalam realitas masyarakat bahkan negara, mengakibatkan tidak mudah mengubah pandangan bahwa politik adalah wilayah publik yang penting dan bisa dimasuki oleh perempuan. Akibat selanjutnya, jumlah perempuan berpotensi di bidang ini masih sedikit untuk mampu berkompetisi dengan para laki-laki yang selama ini dikonstruksikan untuk lebih maju daripada perempuan. Animo perempuan untuk memasuki wilayah publik ini memang sudah meningkat, tetapi prosentasenya masih rendah walau sudah dijamin oleh ketentuan undang-undang.
POLITIK DIGITAL DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 “MARKETING & KOMUNIKASI POLITIK” Very Wahyudi
Politea : Jurnal Politik Islam Vol. 1 No. 2 (2018): Juli - Desember
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.811 KB) | DOI: 10.20414/politea.v1i2.819

Abstract

Keterbukaan media sosial memberikan peluang yang sangat besar bagi semua orang untuk mengakses informasi, terlebih di era revolusi industri 4.0 telah merambat ke media internet yang menyediakan semua akses informasi. Dengan pendekatan literatur tulisan ini membahas mengenai politik digital di era revolusi industri 4.0 “marketing & komunikasi politik”. Dimana penggunaan media sosial bukan lagi dimanfaatkan untuk kegiatan marketing barang dan jasa namun sudah mulai digunakan sebagai alat politik oleh paratai politik dan kandidat yang diusung partai politik. Hal ini membuktikan bahwa berpolitik melalui media sosial mulai menjadi wadah bagi para politisi untuk melakukan marketing politik, komunikasi politik dengan masyarakat pemilih. Oleh karena itu dengan keterbukaan informasi dan akses melalui media haruslah dapat dimanfaatkan dengan baik oleh partai politik dan politisi untuk memberikan informasi mengenai visi, misi dan program kerja bahkan prestasi-prestasi yang pernah dilakukan sehingga masyarakat pemilih dapat menentukan pilihan sesuai dengan harapannya.